Harga Minyak Brent Tembus 90 Dolar AS, Saham Energi Menguat
JAKARTA - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Senin (20/7/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi global. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,30 persen ke 639,6, dengan sektor perjalanan dan rekreasi menjadi penekan utama.
Bursa regional bergerak variatif, DAX Jerman naik 0,06 persen ke 24.846,69, CAC Prancis naik tipis 0,02 persen ke 8.340,11, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,71 persen ke 10.524,76.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan Amerika Serikat terhadap Iran memasuki hari kesembilan. Risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent sempat menembus 90 dolar AS per barel. Kenaikan harga minyak mengangkat saham energi 0,98 persen, namun juga memicu kekhawatiran inflasi.
Saham Ryanair menjadi pemberat terbesar STOXX 600 setelah anjlok 4,55 persen akibat laba kuartal pertama turun 34 persen. Sektor teknologi masih mencatat kenaikan tipis 0,13 persen menjelang laporan keuangan raksasa teknologi AS.
Investor menunggu keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini. Berdasarkan data LSEG, pasar memperkirakan ECB akan menahan suku bunga, meski kemungkinan kenaikan 25 basis poin sebelum akhir tahun tetap diperhitungkan.
Perkembangan politik Inggris juga menjadi sorotan. Andy Burnham resmi menjabat perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir dan berjanji untuk mengumumkan langkah baru untuk menghadapi kenaikan biaya hidup.
Dari saham individual, Thule turun 3,61 persen setelah penjualan kuartal kedua di bawah ekspektasi. Belimo melemah 2,37 persen meski pendapatan naik, sementara Computacenter melesat 5,55 persen usai mendapat rekomendasi upgrade dari Berenberg. Saham IP Group naik tipis 0,16 persen setelah Railpen mengajukan proposal akuisisi baru.