Danantara Konsolidasi MI BUMN, Siap Jadi Terbesar di Indonesia

Ilustrasi Danantara Indonesia resmi mengendalikan empat manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun.(sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:46:44 WIB

JAKARTA - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengendalikan penuh empat manajer investasi BUMN, yakni PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management.

Pengambilalihan dilakukan setelah DAM menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) pada 22 Juli 2026. Secara kolektif, keempat MI mencatatkan dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan:
“Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun,” sebut Dony.

Dony menambahkan, dalam satu bulan ke depan keempat MI akan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. “Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan Danantara Indonesia,” ujarnya.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, menekankan:
“Konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun institusi manajemen investasi nasional yang memiliki skala, kapabilitas, dan tata kelola yang semakin kuat. Berbekal pondasi tersebut, kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global.”

Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman, menyebut penggabungan ini sebagai momentum strategis memperdalam penetrasi pasar ritel. “Dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar modal,” tuturnya.

Direktur Utama PT BNI Asset Management, Ari Adil, menegaskan:
“Kami optimistis, penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif.”

Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara, menambahkan:
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang bukan hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.”

Dengan model bisnis terintegrasi, perusahaan hasil konsolidasi akan memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi, menghadirkan produk tematik, serta memperkuat kapabilitas pengelolaan investasi untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai aksi korporasi dan konsolidasi manajer investasi, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Reporter: Ibtihal