Resistance 4.075 US Dolar Masih Jadi Hambatan Penguatan Emas

Ilustrasi Harga emas dunia tertahan di resistance 4.075 US dolar per ons troi. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:23:25 WIB

JAKARTA – Harga emas dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Analis menilai peluang koreksi lebih besar karena harga belum mampu menembus area resistance penting.

Mengutip Trading Economics, Selasa (4/8/2026) pukul 15.40 WIB, harga emas global berada di kisaran 4.059 US dolar per ons troi. Harga ini naik 0,8 persen dalam tujuh hari terakhir, namun turun 2,5 persen dalam sebulan terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut harga emas masih tertahan di area resistance 4.075 US dolar dan berada di bawah Moving Average (MA) 21 yang berfungsi sebagai dynamic resistance. “Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa setiap upaya penguatan masih menghadapi tekanan jual yang cukup kuat sehingga peluang kenaikan masih terbatas,” ujar Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut proyeksi teknikal, target pelemahan berikutnya berada di area support 4.018 US dolar. Jika level ini gagal dipertahankan, peluang koreksi lebih dalam akan terbuka. Sebaliknya, jika muncul respons beli yang kuat di sekitar level tersebut, emas berpotensi rebound teknikal.

Dari sisi fundamental, arah harga emas masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Ketiga faktor ini menjadi penggerak utama pasar logam mulia dalam beberapa waktu terakhir.

Secara keseluruhan, prospek harga emas hari ini masih cenderung bearish, dengan area support 4.018 US dolar menjadi level kritis yang patut dicermati pelaku pasar.

Reporter: Ibtihal