JAKARTA – Harga emas dunia saat ini masih mampu bertahan di atas level psikologis US$ 4.000 per ons troi di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global dan gejolak geopolitik. Kalangan ahli menilai level tersebut merupakan titik krusial yang menentukan apakah pergerakan harga emas akan berlanjut naik atau justru mengalami koreksi lebih dalam.
Sr Strategist Forex.com James Stanley mengungkapkan bahwa sepanjang 2026, harga emas sempat kehilangan momentum setelah mengalami tren kenaikan kuat pada awal tahun. Kendati demikian, tekanan jual terhadap komoditas ini mulai menunjukkan peredaan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
“Area US$ 4.000 per ons troi beberapa kali berhasil menahan penurunan harga, menunjukkan minat beli masih cukup kuat di level tersebut,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dalam analisis grafik mingguan, Stanley menambahkan bahwa harga emas telah menguji batas US$ 4.000 per ons troi sebanyak lima kali dalam enam minggu terakhir. Walaupun sempat terkoreksi di bawah level itu, aksi beli kembali terdorong naik sebelum penutupan sesi perdagangan.
Ia juga menerangkan bahwa terbentuknya pola higher low dalam dua pekan terakhir mengindikasikan bahwa para pembeli mulai berani masuk di tingkat harga yang lebih tinggi. Pembentukan pola ini kerap menjadi sinyal awal dari melemahnya tekanan jual sekaligus meningkatnya peluang pembalikan arah.
“Meski muncul indikasi positif, analis menilai masih terlalu dini untuk menyatakan tren bullish telah kembali,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saat ini, fokus para pelaku pasar tertuju pada dua batas resistensi utama, yaitu US$ 4.100 per ons troi dan US$ 4.200 per ons troi. Kedua kisaran ini beberapa kali menjadi penahan laju kenaikan harga emas selama beberapa pekan belakangan.
“Apabila harga mampu menembus US$ 4.200 per ons troi, hal itu akan memperkuat sinyal bahwa pembeli kembali menguasai pasar dan membuka peluang berlanjutnya tren kenaikan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Namun, Stanley memperingatkan bahwa jika harga emas gagal menjaga posisinya di level US$ 4.000 per ons troi, potensi peningkatan tekanan jual dapat kembali terjadi sehingga membuka ruang koreksi yang lebih dalam.