CPO Bursa Malaysia Melonjak, Januari 2027 Sentuh 4.794 Ringgit per Ton
JAKARTA - Kontrak CPO Bursa Malaysia Derivatives mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (4/8/2026).
Kontrak Agustus naik 63 ringgit ke 4.551 ringgit per ton, September naik 63 ringgit ke 4.652 ringgit per ton, Oktober naik 67 ringgit ke 4.696 ringgit per ton, November naik 69 ringgit ke 4.733 ringgit per ton, Desember naik 67 ringgit ke 4.764 ringgit per ton, dan Januari 2027 naik 67 ringgit ke 4.794 ringgit per ton.
Kenaikan harga dipicu penguatan minyak nabati pesaing. Minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,56 persen, kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian naik 0,32 persen, dan kontrak minyak sawit di Bursa Dalian naik 0,23 persen.
Sentimen pasar positif karena CPO bergerak searah dengan minyak nabati pesaing dalam pasar global. Namun, stok CPO mulai meningkat sehingga reli harga berpotensi terbatas.
Goldman Sachs menilai faktor fundamental seperti stok dan permintaan ekspor akan menentukan keberlanjutan tren. Bagi Indonesia, kenaikan harga CPO di Malaysia bisa menjadi sinyal positif bagi ekspor, tetapi peningkatan stok tetap perlu diwaspadai karena bisa menekan harga kembali.
Investor di sektor perkebunan sawit disarankan mencermati tren minyak nabati global karena pergerakan harga CPO sangat dipengaruhi oleh komoditas substitusi.