Indosat Gandeng Ooredoo dan NVIDIA Kembangkan Proyek AI Zankore

Ilustrasi PT Indosat Tbk meluncurkan proyek AI Zankore dengan kapasitas awal 200 MW pada semester I-2027. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:15:08 WIB

JAKARTA — Prospek PT Indosat Tbk (ISAT) semakin cerah setelah pengumuman proyek kecerdasan buatan (AI) Zankore bersama Ooredoo Group, NVIDIA, dan Nokia. Menurut riset Indo Premier Sekuritas (10/8), proyek ini berpotensi menambah laba bersih inti ISAT hingga 29% pada tahun fiskal 2027–2028.

Platform AI computing Zankore ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW), dengan tahap awal 200 megawatt (MW) beroperasi pada semester I-2027. Fasilitas akan menggunakan sistem NVIDIA GB300 NVL72 dengan DSX MaxLPS, yang mampu menghasilkan komputasi 40% lebih tinggi dengan daya sama. 

Ooredoo Group menginvestasikan US$800 juta untuk 49% kepemilikan, sementara 51% sisanya dimiliki ISAT, NVIDIA, dan Nokia.

Indo Premier memperkirakan Zankore dapat menghasilkan pendapatan US$13 juta per MW per tahun, sejalan dengan benchmark global AI cloud. Dengan margin EBITDA 69%, proyek ini berpotensi mencetak IRR 12–13% dan periode pengembalian ekuitas kurang dari tiga tahun. 

Aurelia Barus, analis Indo Premier, menilai struktur kepemilikan bersama mengurangi risiko eksekusi dan kebutuhan belanja modal langsung ISAT.

Dengan asumsi ISAT memiliki 20–30% saham Zankore, kebutuhan investasi ekuitas diperkirakan US$327–490 juta. Kepemilikan ini berpotensi menghasilkan laba bersih tambahan US$64–131 juta per tahun. Bahkan jika 70% kebutuhan investasi dibiayai utang, proyek tetap bersifat earnings accretive.

Selain itu, keberhasilan Zankore membuka peluang re-rating valuasi ISAT karena bisnis AI cloud biasanya diperdagangkan dengan kelipatan EV/EBITDA lebih tinggi dibanding operator telekomunikasi tradisional. Indo Premier mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham ISAT dengan target harga dinaikkan ke Rp3.600 dari sebelumnya Rp3.100.

Reporter: Ibtihal