Harga CPO Naik ke MYR 4.723 per Ton Usai Permintaan Melonjak

Ilustrasi CPO Naik ke MYR 4.723 (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 11 Agustus 2026 | 01:26:01 WIB

JAKARTA – Pergerakan harga sejumlah komoditas alam menunjukkan tren bervariasi pada akhir sesi perdagangan Senin (10/8). Sejumlah komoditas seperti CPO, batu bara, serta timah berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau.

Berdasarkan data Trading Economics pada Selasa (11/8), harga CPO ditutup di level MYR 4.723 per ton atau mengalami kenaikan sebesar 0,98 persen.

Mengutip analisis Trading Economics, lonjakan harga tersebut berhasil menghentikan tren penurunan yang terjadi belakangan ini. Penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian dan Chicago turut memberikan dorongan positif bagi sentimen pasar.

Selain itu, penguatan pasar makin terpacu oleh tingginya permintaan ekspor yang tecermin dari data Dewan Minyak Sawit Malaysia, di mana pengiriman bulan Juli melonjak 14,5 persen dari Juni hingga menyentuh 1,39 juta ton.

Di sisi lain, persediaan minyak sawit Malaysia mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 3,32 persen menjadi 2,63 juta ton pada Juli, seiring dengan tumbuhnya produksi sebesar 9,41 persen menjadi 1,79 juta ton. Kondisi ini mengindikasikan ketersediaan pasokan jangka pendek yang memadai.

Penguatan juga dialami oleh komoditas batu bara pada perdagangan di periode yang sama. Merujuk data Trading Economics, harga batu bara berada di posisi USD 129 per ton, naik 0,90 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Meski demikian, Trading Economics mengungkapkan bahwa level harga tersebut masih berada di kisaran terendah dalam empat pekan terakhir akibat lonjakan produksi batu bara India sebesar 7,51 persen year-on-year menjadi 69,75 juta ton pada Juli. Peningkatan tersebut memperkokoh pasokan dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan India terhadap impor, ditopang oleh tingginya penyaluran ke pembangkit listrik dan sektor hilir.

Tekanan terhadap harga batu bara makin bertambah akibat kemerosotan tajam harga minyak mentah. Penurunan ini dipicu oleh kabar mengenai potensi kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, harga nikel tercatat bergerak melemah. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), nikel berada di level USD 16.925 per ton, atau terkoreksi 0,46 persen dari hari sebelumnya.

Berbeda halnya dengan timah yang berhasil membukukan kenaikan harga. Mengutip data LME, timah ditutup pada posisi USD 55.752 per ton, naik 0,40 persen dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.

Reporter: Akbar