Pasokan Membaik, Harga Aluminium dan Nikel Kembali Melemah

Ilustrasi Harga aluminium dan nikel di pasar global kembali melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026). (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:30:19 WIB

JAKARTA - Harga tembaga dan sejumlah logam industri melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Penguatan dolar AS setelah data inflasi AS tidak mengubah ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan depan menekan harga komoditas tersebut.

Harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,32% menjadi US$14.086,5 per ton pada pukul 03.00 waktu setempat.

Kontrak tembaga yang paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) juga melemah 0,55% menjadi 107.580 yuan atau sekitar US$15.951,72 per ton.

Indeks dolar AS naik 0,05% ke level 100 dan berada di jalur kenaikan sekitar 0,4% sepanjang pekan ini. Data inflasi konsumen AS pada Juli yang relatif moderat dinilai belum cukup untuk mengubah sikap hawkish The Fed.

Penguatan dolar membuat komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Kondisi tersebut menekan permintaan terhadap logam industri, terutama tembaga.

"Masih banyak logam yang tersedot ke AS," kata David Wilson, kepala strategi komoditas BNP Paribas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski tertekan penguatan dolar, harga tembaga masih mendapat dukungan dari penurunan persediaan di gudang LME. Ketidakpastian mengenai potensi tarif AS terhadap impor tembaga olahan juga mendorong aliran logam menuju pasar AS.

Namun, tekanan dari sisi permintaan mulai terlihat di China sebagai konsumen logam terbesar dunia. Premi tembaga Yangshan yang menjadi indikator permintaan impor China turun ke level terendah dalam empat pekan pada Rabu (12/8).

Sementara itu, harga aluminium acuan LME dan SHFE turun hampir 1%. Penurunan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun setelah aluminium sebelumnya mencatat reli selama tujuh sesi.

Prospek membaiknya pasokan dari Timur Tengah turut meredakan kekhawatiran pasar. Sejumlah fasilitas peleburan yang rusak akibat perang juga diperkirakan mulai kembali beroperasi.

Kondisi tersebut terjadi meski negosiasi perdamaian antara AS dan Iran masih menemui jalan buntu dan berpotensi mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz.

Di LME, harga seng turun 0,64%, timbal melemah 0,24%, nikel turun 0,93%, dan timah terkoreksi 0,69%.

Sementara itu, di SHFE, harga seng turun 0,29%, nikel melemah 0,27%, dan timah turun 0,96%. Hanya timbal yang menguat, yakni 0,57%.

Reporter: Ibtihal