Saham DSSA Menguat, Rencana Treasury dan Tender Offer Disiapkan
JAKARTA - Pergerakan harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berada dalam tren positif. Pada Rabu (12/8/2026), saham DSSA naik 5,82% menjadi Rp 1.000 per saham.
Kenaikan tersebut sejalan dengan pergerakan saham DSSA dalam lima hari yang mencapai 14,94%.
Penguatan saham DSSA terjadi setelah perseroan menyampaikan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (11/8/2026). Dalam keterbukaan tersebut, perseroan menjelaskan rencana pengurangan modal serta perubahan susunan dewan komisaris dan direksi.
Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 10 September 2026.
Rapat akan digelar secara hybrid, yakni secara fisik di Grand On Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Jakarta, mulai pukul 14.30 WIB, serta secara elektronik melalui platform eASY.KSEI.
Rencana Pengurangan Modal
Pada agenda pertama, DSSA mengusulkan pengurangan modal melalui penarikan kembali sebagian saham hasil pembelian kembali saham atau buyback. Perseroan juga akan menyesuaikan Pasal 4 Anggaran Dasar sebagai bagian dari aksi tersebut.
Rapat untuk agenda pengurangan modal dapat berlangsung apabila dihadiri atau diwakili pemegang saham yang merepresentasikan sedikitnya dua pertiga dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Sementara itu, agenda kedua harus dihadiri atau diwakili pemegang saham yang mewakili lebih dari setengah dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Keputusan rapat dinyatakan sah apabila memperoleh persetujuan lebih dari dua pertiga dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir atau diwakili dalam rapat.
Rencana tersebut berbanding terbalik dengan keterbukaan informasi pada 6 Agustus 2026. Saat itu, DSSA menjelaskan rencana pengalihan 9,63 miliar saham treasuri mulai 10 Agustus 2026.
Saham hasil buyback tersebut merupakan saham yang dibeli DSSA pada September 2023. Perseroan saat itu membeli kembali 154.105.327 saham sebelum melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split.
Sejak pelaksanaan buyback, DSSA telah melakukan dua kali stock split. Pemecahan saham pertama dilakukan pada 2024 dengan rasio 1:10, kemudian kembali dilakukan pada 2026 dengan rasio 1:25.
Hingga 13 Juli 2026, DSSA telah merealisasikan pengalihan sebanyak 24.815.000 saham sebelum stock split kedua. Jumlah tersebut setara dengan 620.375.000 saham setelah penyesuaian akibat stock split.
Dengan demikian, DSSA masih memiliki saham treasuri sebanyak 37.905.956.750 saham atau setara dengan 19,7%.
Mekanisme Pengalihan
Pengalihan saham rencananya dilakukan melalui pasar reguler dan atau pasar negosiasi di BEI. DSSA akan menentukan mekanisme yang digunakan dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat pelaksanaan.
Untuk menjalankan proses tersebut sekaligus membantu penjualan saham treasury, DSSA telah menunjuk Sinarmas Sekuritas.
Sejumlah faktor akan dipertimbangkan dalam menentukan mekanisme pengalihan, antara lain harga, tingkat likuiditas, volume perdagangan, dan efektivitas eksekusi transaksi.
Dengan pertimbangan tersebut, perseroan tidak menetapkan satu mekanisme secara kaku dan akan menyesuaikannya dengan kondisi pasar.
Selain mengatur mekanisme penjualan, Direktur DSSA David Fernando Audy menegaskan komitmen perseroan untuk memenuhi ketentuan free float saham dalam keterbukaan informasi di BEI pada Selasa (11/8/2026).
Perseroan akan mengupayakan agar saham treasury yang dialihkan ditujukan kepada pemegang saham publik yang memenuhi kriteria free float sesuai dengan Peraturan BEI Nomor I-A.
Langkah tersebut penting karena distribusi saham hasil buyback dapat memengaruhi komposisi kepemilikan publik dan struktur perdagangan saham perseroan di pasar.
Rencana Tender Offer
Selain pelepasan saham treasury, DSSA mengungkapkan rencana aksi korporasi lain melalui anak usahanya, PT Inti Mas Bangun Sejahtera.
Entitas anak tersebut berencana melakukan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer atas saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk dalam beberapa bulan mendatang.
Rencana tender offer menambah rangkaian langkah strategis DSSA di pasar modal. Jika terealisasi, aksi tersebut berpotensi mengubah struktur kepemilikan Ketrosden Triasmitra sekaligus memperluas eksposur bisnis grup DSSA terhadap perusahaan tersebut.