Penguatan Saham LQ45 Didominasi Kelompok PER Terendah di BEI
JAKARTA - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 14 Agustus 2026 didominasi penguatan luas, terutama di kelompok PER terendah.
Total nilai transaksi bursa tercatat Rp12,4 triliun.
Investor asing melanjutkan net jual pada perdagangan 14 Agustus, baik dari sisi volume (4,75 miliar saham) maupun nilai (Rp1,03 triliun), meneruskan pola dari perdagangan sebelumnya.
Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.
Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.
Tak satu pun saham di kelompok PER terendah yang melemah pada perdagangan 14 Agustus.
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mencatat kenaikan terbesar, 2,65 persen, disusul PT Aneka Tambang (ANTM) yang naik 2,33 persen.
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) stagnan, sementara enam saham lainnya menguat dalam kisaran di bawah 1,7 persen.
PT Merdeka Copper Gold (MDKA) mencatat kenaikan terbesar di kelompok ini pada perdagangan 14 Agustus, 3,94 persen.
PT Merdeka Battery Materials (MBMA) mulai pulih, naik 2,94 persen setelah anjlok tajam pada perdagangan sebelumnya.
PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) jadi satu-satunya yang melemah, turun 1,79 persen, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, 0,36 kali.
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) tetap berada di harga Rp50 pada penutupan 14 Agustus, dengan nilai transaksi hanya Rp497,3 juta, terkecil di antara seluruh 20 saham gabungan.