Dampak Konflik AS dan Iran Buat Harga Minyak Lanjutkan Penguatan

Ilustrasi minyak wti (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:32:50 WIB

JAKARTA – Harga minyak melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026) pagi. Pukul 07.26 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September 2026 di New York Mercantile Exchange berada pada level US$ 85,88 per barel, menguat 0,06% dibandingkan hari sebelumnya di level US$ 85,83 per barel.

Kenaikan harga minyak yang berlangsung selama empat hari beruntun ini dipicu pengumuman langkah-langkah baru dari Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan perekonomian Iran. Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut bahwa tindakan tersebut bakal menjadi bentuk perang ekonomi serta isolasi dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Ini akan menjadi hari H-ekonomi dan kami semua membutuhkan seluruh sekutu kami untuk berdiri bersama Amerika Serikat," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Trump juga menegaskan bahwa setiap negara yang membiarkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya membantu Iran akan menanggung konsekuensi ekonomi yang sangat besar. Selain itu, kegiatan penyelundupan, transfer uang tunai, pertukaran mata uang, hingga pendaftaran kapal diminta untuk segera dihentikan.

Tahun ini, harga minyak mentah melonjak sangat tajam menyusul meletusnya konflik antara Washington dan Teheran akibat konfrontasi di Selat Hormuz. Langkah terbaru dari pemerintah AS ini dinilai berisiko memperparah ketegangan dengan para pembeli minyak mentah Iran, termasuk China sebagai pasar utamanya.

Reporter: Akbar