Euro Bertahan di 1,1680 saat Pasar Mencermati Kebijakan Utang AS

Ilustrasi Euro stabil di level 1,1680 saat pasar menanti kebijakan utang AS. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26:57 WIB

JAKARTA – Euro bertahan menguat terhadap dolar AS selama empat hari perdagangan berturut-turut. Pasangan EUR/USD bergerak di sekitar 1,1680 pada sesi Asia, Senin (24/8/2026).

Pergerakan tersebut ditopang pelemahan dolar AS setelah Departemen Keuangan AS berjanji setidaknya menggandakan pembelian kembali utang pemerintah bertenor panjang untuk menahan kenaikan imbal hasil obligasi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut nilai pembelian kembali obligasi tersebut dapat melampaui 4 miliar dolar AS. Langkah itu ditujukan untuk menunjukkan bahwa imbal hasil tinggi tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi AS.

Meski dolar AS tertekan, kenaikan EUR/USD berpotensi terbatas. Permintaan terhadap aset safe haven dapat menopang dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan meningkat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menepis sanksi AS yang akan datang sebagai tindakan putus asa dan tidak akan melemahkan Teheran.

Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei juga memperingatkan pembalasan “seperti gempa bumi” apabila Presiden AS Donald Trump mengambil langkah lanjutan. Kondisi tersebut memperkuat sentimen risk-off di pasar global.

Dari Eropa, euro memperoleh dukungan dari inflasi yang masih tinggi dan ekspektasi berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB).

Ekspektasi inflasi konsumen Zona Euro untuk 12 bulan ke depan turun tipis menjadi 2,9% dari 3% pada Juni. Namun, pertumbuhan harga masih berada di atas target ECB sebesar 2%.

Kondisi tersebut membuat pasar tetap memperhitungkan kemungkinan pengetatan moneter tambahan setelah kenaikan suku bunga pada Juni.

Analis Rabobank memperkirakan ECB secara bertahap bergerak menuju kerangka baru operasi refinancing jangka panjang atau Longer-term Refinancing Operations (LTRO) struktural ketika likuiditas berlebih menurun.

ECB diperkirakan mulai membahas desain LTRO struktural menjelang akhir tahun. Namun, waktu peluncurannya akan bergantung pada permintaan cadangan dari perbankan.

Tenor 12 bulan dinilai sebagai pilihan yang masuk akal untuk operasi tersebut. ECB juga berpotensi menerbitkan LTRO melalui lelang, bukan menggunakan prosedur suku bunga tetap dengan alokasi penuh.

Pendekatan itu akan membuat instrumen baru tersebut lebih dekat dengan operasi refinancing standar, sembari tetap mendukung kebutuhan cadangan perbankan.

 

Reporter: Ibtihal