IHSG Bertahan di Atas 6.500, DSSA dan GJTL Direkomendasikan Beli

Ilustrasi IHSG bertahan di atas level 6.500 pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026). (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 24 Agustus 2026 | 23:25:48 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan reli dan menguat pada perdagangan Senin (24/8/2026).

Pada Jumat (21/8/2026), IHSG ditutup naik 23,93 poin atau 0,37% ke level 6.525,69. Penguatan tersebut sejalan dengan apresiasi rupiah sebesar 0,31% ke level Rp 17.685 per dolar AS pada akhir pekan.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto mengatakan, penguatan IHSG pada akhir pekan lalu mengonfirmasi pembalikan arah atau reversal. Secara teknikal, indeks juga semakin menjauh dari resistance 6.400 yang kini berubah menjadi support.

"Penutupan di 6.525 mengonfirmasi reversal karena semakin jauh dari level resistance 6.400 yang kini sudah menjadi support dan mengonfirmasi pola ascending triangle," kata William, Minggu (23/8/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut William, IHSG saat ini berada dalam tren penguatan atau uptrend. Meski demikian, investor tetap perlu mengantisipasi potensi koreksi setelah indeks menguat.

Perdagangan pada pekan ini berlangsung lebih singkat sehingga peluang aksi ambil untung atau profit taking tetap terbuka. Level psikologis 6.500 juga menjadi area yang perlu diperhatikan investor.

"IHSG sudah dalam kondisi uptrend, tetapi koreksi sewaktu-waktu tetap bisa terjadi. Pekan depan juga merupakan pekan pendek, jadi ada peluang profit taking dan pengujian level psikologis 6.500," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan setelah bertahan di atas level pivot 6.500.

Penguatan IHSG pada Jumat (21/8/2026) berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas atau M2 pada Juli 2026 sebesar 8,3% secara tahunan menjadi Rp 10.371,1 triliun.

Meski melambat dari pertumbuhan 8,7% secara tahunan pada Juni, pertumbuhan kredit justru meningkat menjadi 13% secara tahunan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung optimisme terhadap pasar saham domestik. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan rupiah dan sentimen eksternal.

"IHSG masih bertahan di atas level pivot 6.500, sehingga peluang penguatan tetap terbuka," ujar Alrich, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk perdagangan Senin (24/8/2026), William memperkirakan IHSG bergerak beragam pada awal sesi. Jika level 6.500 mampu dipertahankan, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.600.

"Pergerakan mixed di awal pekan dengan 6.500 sebagai support. Setelah itu penguatan berlanjut dengan target lanjutan pada 6.600," jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Alrich menambahkan, aktivitas perdagangan pada awal pekan berpotensi lebih terbatas. Investor perlu memperhatikan pergerakan rupiah dan perkembangan sentimen eksternal yang dapat memengaruhi arah IHSG.

Untuk rekomendasi saham, William menyarankan investor mencermati PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

DSSA direkomendasikan buy dengan target harga Rp 1.100–Rp 1.200 per saham. Sementara itu, GJTL juga direkomendasikan buy dengan target harga Rp 1.440–Rp 1.500 per saham.

Reporter: Ibtihal