INSIDERINDONESIA.COM — Lelang aset pemerintah Amerika Serikat memang kerap memunculkan barang tak lazim, dan kali ini yang tersedia bukan sekadar mobil dinas atau peralatan kantor. Melainkan lokomotif utuh seberat puluhan ton yang sebelumnya melayani rute komuter di wilayah New York, Amerika Serikat.
Unit bernomor 226 ini merupakan tipe P32AC-DM buatan General Electric yang beroperasi di jalur New Haven, Harlem, dan Hudson dari Grand Central Terminal. Lokomotif ini memiliki kemampuan ganda, yakni menggunakan mesin diesel sekaligus mengambil daya dari rel ketiga (third rail) saat memasuki area terowongan di sekitar stasiun pusat New York.
Tenaga 3.200 HP, Siap Melibas Segala Rintangan
Dengan tenaga mencapai 3.200 tenaga kuda, lokomotif ini berada di kelas yang sama sekali berbeda dengan kendaraan darat biasa. BMW 550e yang harganya setara hanya menghasilkan sekitar 483 hp gabungan mesin bensin dan motor listrik. Artinya, pembeli lokomotif ini mendapat tenaga hampir tujuh kali lipat lebih besar.
Konsekuensinya jelas, tidak ada mobil sport atau sedan eksekutif yang bisa menandingi akselerasi dan kemampuan tarikannya. Bahkan untuk ukuran kereta api, tipe Genesis ini dikenal sebagai lokomotif serbaguna yang lincah untuk ukuran mesin sebesar itu.
Bukan Sekadar Koleksi, Masih Fungsional untuk Jalur Rel
Lokomotif ini masih memiliki nilai guna nyata. Bagi operator kereta swasta atau museum perkeretaapian, unit ini bisa dioperasikan kembali setelah melalui inspeksi dan perawatan berkala. Sistem diesel-electric-nya memungkinkan lokomotif dijalankan di jalur non-elektrifikasi, sementara mode third rail membuatnya tetap relevan untuk jaringan yang memakai listrik aliran atas atau rel ketiga.
Jika dibandingkan dengan membeli satu unit truk wingbox baru atau bus pariwisata premium, harga Rp 1,2 miliar untuk lokomotif utuh jelas menawarkan nilai lebih dari sisi status dan kelangkaan. Belum lagi potensi suku cadangnya yang masih tersedia di pasar Amerika Utara karena banyak operator masih memakai seri ini.
Risiko dan Biaya Perawatan yang Perlu Dipertimbangkan
Kendati menarik, calon pembeli harus sadar bahwa biaya logistik dan perawatan lokomotif tidak murah. Pemindahan unit dari Amerika Serikat ke Indonesia membutuhkan kapal kargo khusus dan izin impor barang bekas yang ketat. Belum lagi standar dimensi rel di Indonesia yang menggunakan gauge 1.067 mm, sedangkan lokomotif ini dibuat untuk rel standar 1.435 mm.
Untuk pasar domestik, opsi yang lebih realistis adalah menjadikannya sebagai monumen statis atau koleksi museum transportasi. Beberapa kolektor di Asia Tenggara diketahui pernah membeli lokomotif bekas Jepang untuk tujuan serupa, sehingga bukan hal mustahil jika unit ini diminati pihak museum kereta api di Indonesia.
Lelang GovDeals sendiri berlangsung terbuka dan siapa pun bisa ikut menawar. Dengan harga awal yang setara mobil Eropa mewah, kesempatan memiliki lokomotif sungguhan terbuka lebar bagi mereka yang punya dana lebih dan tempat parkir yang sangat luas.