Saham KOTA Naik 11,8 Persen Jelang Right Issue

Ilustrasi Right issue KOTA akan menambah 100 miliar saham baru, dengan potensi dilusi besar. (sumber gambar: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 31 Agustus 2026 | 01:02:15 WIB

JAKARTA – PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengumumkan rencana right issue jumbo hingga 100 miliar saham baru dengan target dana sekitar Rp4,4 triliun. Dana akan digunakan untuk akuisisi dua perusahaan pemilik lahan di Surabaya dan Maja, Banten.

Jumlah saham baru setara 90,46 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah right issue, sehingga berpotensi menimbulkan dilusi besar bagi pemegang saham lama. Manajemen menegaskan aksi ini tidak mengubah pengendali KOTA.

Harga saham KOTA naik 11,80 persen ke Rp180 per saham pada sesi pertama perdagangan Senin (31 Agustus 2026).

Profil KOTA mencakup bisnis pengembangan properti, perhotelan, dan manajemen hotel. Perseroan mengembangkan kawasan hunian dan komersial dengan konsep mixed-use dan livable city. KOTA tercatat di BEI sejak 9 Juli 2019 melalui IPO dengan harga Rp200 per saham.

Lini bisnis KOTA:

  • Pengembangan properti – mengembangkan kawasan hunian dan komersial, termasuk proyek Accola Garden Samarinda dan Padjadjaran City Bandung.
  • Perhotelan – mengelola Fabu Hotel Bandung (86 kamar), Zest Hotel Yogyakarta (106 kamar), dan Indies Heritage Hotel Yogyakarta (74 kamar).
  • Manajemen hotel – fokus pada hospitality management melalui entitas anak dan perusahaan sendiri.

Rencana right issue:

  • Saham baru: 100 miliar saham Seri B
  • Nominal: Rp25 per saham
  • Target dana: Rp4,4 triliun
  • Porsi terhadap modal setelah RI: 90,46 persen
  • Pengendali: tidak berubah
  • Tujuan: akuisisi dua perusahaan pemilik lahan

Target akuisisi:

  • PT Art Design Indonesia – 99,99 persen kepemilikan, Rp1,2 triliun, aset 23 hektare di Surabaya.
  • PT Mandiri Nusa Graha Perkasa – 99,99 persen kepemilikan, Rp3,2 triliun, aset 548 hektare di Maja, Lebak.
  • Total lahan yang dibidik 571 hektare dengan nilai Rp4,4 triliun. Tambahan Rp550 miliar dialokasikan untuk modal kerja dan pengembangan usaha.
  • Secara proforma, total aset KOTA diproyeksikan naik dari Rp1,91 triliun menjadi Rp7,46 triliun per 30 Juni 2026 setelah akuisisi.

Kinerja keuangan terbaru:

  • Pendapatan Q2 2026 Rp33,68 miliar, stabil dibanding Q1 2026 Rp33,62 miliar, namun naik dari Rp11,49 miliar Q2 2025.
  • Laba kotor Q2 2026 Rp25,82 miliar dengan margin 76,7 persen. Beban operasional Rp13,13 miliar, menghasilkan laba operasional Rp12,69 miliar.
  • Laba sebelum pajak Rp23,94 miliar, dibanding rugi Rp10,27 miliar Q2 2025. Setelah pajak Rp874,19 juta, laba bersih tercatat Rp10,38 miliar.

Reporter: Ibtihal