Investor Asing Rotasi Portofolio, Pasar Bergejolak
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada pekan perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026. Faktor pergantian bulan dan pemutakhiran komposisi indeks MSCI yang berlaku 1 September menjadi perhatian pelaku pasar.
Pekan lalu, IHSG bergerak datar dan ditutup turun tipis 0,12 persen ke level 6.518,12. Nilai kapitalisasi pasar turun 0,16 persen menjadi Rp11.433 triliun. Sebaliknya, indeks LQ45 dan Kompas100 naik masing-masing 0,07 persen dan 0,14 persen.
Investment Consultant Indonesia Investment Education, Rita Efendy, memproyeksikan IHSG pekan ini bergerak pada rentang 6.400–6.600.
“Sentimen utama yang akan memengaruhi pergerakan pasar pekan ini adalah efektifnya pemutakhiran komposisi indeks MSCI untuk September 2026,” kata Rita, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
MSCI mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari Global Standard Indexes, termasuk GOTO dan CPIN. Sementara dari Global Small Cap Indexes, sembilan emiten dikeluarkan, di antaranya ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.
Rita menilai investor asing sudah menyesuaikan portofolio sejak beberapa pekan lalu. Estimasi dana keluar pasif sekitar 200 juta dolar AS atau Rp3,1–3,2 triliun. Namun, efek ini berangsur berkurang, terlihat dari net buy asing Rp762,47 miliar pada 24–27 Agustus.
Founder WH-Project, William Hartanto, menilai IHSG berhasil bertahan di level support 6.500.
“Nilai transaksi harian IHSG juga terjaga baik di kisaran Rp13 triliun hingga Rp15 triliun, menandakan kondisi pasar telah kembali normal,” jelas William, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Managing Director Research Division Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memproyeksikan IHSG awal pekan berpotensi fluktuatif cenderung melemah dengan support 6.450–6.500 dan resistance 6.540–6.600. “Untuk pekan ini, investor masih dapat mengikuti momentum dengan strategi buy on weakness secara selektif dan tidak terlalu agresif menjelang rebalancing MSCI,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harry menambahkan, investor perlu mencermati arah kebijakan The Fed, imbal hasil obligasi AS, penguatan dolar, serta stabilitas rupiah. Ia menilai rotasi portofolio asing akan mengarah ke sektor bahan baku dan konsumer non-siklikal.
Rita melihat sektor properti, kawasan industri, infrastruktur, dan telekomunikasi masih menarik, didukung ekspansi data center, fixed broadband, fixed wireless access, dan investasi kawasan industri.
Saham yang disarankan untuk dicermati pekan ini:
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
- PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)
- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
- PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Indointernet Tbk (INET)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TOWR)