Pendapatan Bersih ANTM Semester I-2026 Tembus Rp62,71 Triliun

Ilustrasi Penjualan emas ANTM mendominasi dengan kontribusi Rp50,39 triliun pada paruh pertama 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 31 Agustus 2026 | 01:21:23 WIB

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026. Namun, harga sahamnya masih berada di level bawah dibandingkan puncak tahun ini.

Pada perdagangan Jumat (28 Agustus 2026), saham ANTM ditutup di Rp3.160, turun 0,63 persen. Harga ini masih jauh dari level tertinggi tahun 2026 yang sempat menembus Rp4.600–Rp4.700.

ANTM membukukan laba periode berjalan Rp6,91 triliun, naik 34 persen yoy. EBITDA mencapai Rp9,62 triliun, tumbuh 35 persen yoy.

Pendapatan bersih Rp62,71 triliun, naik 6 persen yoy. Penjualan domestik menyumbang Rp60,15 triliun atau 96 persen dari total penjualan.

Produk emas menjadi kontributor terbesar dengan Rp50,39 triliun atau 80 persen dari total penjualan. Volume penjualan emas 18.080 kilogram atau 581.286 troy ounce.

Segmen nikel menyumbang Rp10,41 triliun atau 17 persen dari total penjualan, naik 32 persen yoy. Penjualan bijih nikel 6,77 juta wmt dan feronikel 7.605 ton TNi.

Segmen bauksit dan alumina mencatat Rp1,88 triliun atau 3 persen dari total penjualan, naik 28 persen yoy. Volume penjualan bijih bauksit 1,26 juta wmt dan alumina 100.437 ton.

Direktur Keuangan ANTM, Arini Kasmira, menegaskan fokus perusahaan pada arus kas sehat dan berkelanjutan. 

“Didukung posisi likuiditas yang tetap terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, ANTM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kokoh serta fleksibilitas keuangan yang memadai,” ungkap Arini, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai prospek ANTM semester II-2026 masih positif. 

“Emas memberikan dukungan earnings dalam jangka pendek, sementara nikel dan hilirisasi menjadi sumber pertumbuhan berikutnya,” jelas Rully, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menambahkan ANTM perlu memperkuat kapasitas pemurnian emas dan jaringan distribusi. Ia merekomendasikan buy saham ANTM dengan target harga Rp4.600 per saham, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Investor tetap perlu mencermati risiko koreksi harga emas, pergerakan harga nikel, kebutuhan belanja modal, serta kemampuan ANTM menjaga margin dan arus kas.

Reporter: Ibtihal