INSIDERINDONESIA.COM — Indonesia masuk daftar lewat ekspedisi menelusuri jejak badak jawa (Rhinoceros sondericus) di taman nasional paling barat Pulau Jawa ini. Destinasi ini berada di urutan kelima dengan skor 85 dari 100. Yang bikin spesial, lokasinya memang sengaja dijaga terpencil demi melindungi populasi badak yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga aksesnya pun dibuat eksklusif.
Daya tarik utamanya bukan cuma kelangkaan satwanya, tapi juga ekosistem hutan hujan tropis dan padang penggembalaan alami yang masih perawan. Momen melihat badak jawa di habitat liar sering dianggap sekali seumur hidup karena butuh kesabaran ekstra dan ditemani pemandu khusus.
2. Menyaksikan Orang Utan di Hutan Kalimantan
Bukan cuma satu, Indonesia juga masuk peringkat kedelapan lewat pengalaman mengamati orang utan di hutan-hutan Kalimantan. Pengalaman ini mendapat skor 84 dari 100. Berbeda dengan badak jawa yang super sulit ditemukan, orang utan di Kalimantan sedikit lebih mudah dijumpai, apalagi di area konservasi yang punya pusat rehabilitasi.
Keistimewaannya ada pada nilai konservasi yang tinggi. Wisatawan diajak melihat langsung upaya pelestarian primata yang terancam punah ini sembari menikmati hamparan hutan tropis yang menjadi rumah mereka.
3. Trekking Gorila Gunung di Rwanda atau Uganda
Siapa sangka, pengalaman menyaksikan gorila gunung justru menempati posisi pertama sebagai destinasi wisata satwa liar terbaik dunia dengan skor nyaris sempurna: 90 dari 100. Skor tinggi ini didapat berkat peluang perjumpaan yang nyaris dijamin. Wisatawan akan didampingi pemandu berpengalaman yang tahu persis lokasi kelompok gorila di habitat aslinya.
Tak heran kalau pengalamannya terbilang eksklusif. Di Rwanda, hanya 96 izin trekking yang diterbitkan setiap harinya. Sementara di Taman Nasional Bwindi, Uganda, jumlah pengunjung per hari dibatasi maksimal delapan orang untuk setiap keluarga gorila yang terbiasa dengan kehadiran manusia.
4. Ekspedisi Penguin Kaisar di Antarktika
Buat yang cari pengalaman benar-benar di ujung dunia, ekspedisi melihat penguin kaisar di Antarktika ini jawaranya. Destinasi ini berada di urutan kedua dengan skor 88,5 dari 100. Faktor keterpencilan dan eksklusivitasnya dapat nilai sempurna, sebab lokasinya sangat sulit dijangkau dan hanya bisa diakses oleh sedikit orang dalam satu waktu.
Penguin kaisar memang satu-satunya spesies penguin yang berkembang biak di musim dingin Antarktika, sebuah fenomena yang tak bisa dilihat di tempat lain. Ini pilihan pas buat traveler yang mengutamakan petualangan ekstrem dan pemandangan gletser yang dramatis.
5. Ekspedisi Antelop Saiga di Kazakhstan
Peringkat ketiga ditempati ekspedisi mencari antelop saiga di padang stepa Kazakhstan dengan skor 87 dari 100. Satwa dengan hidung mirip belalai ini sempat nyaris punah dan kini menjadi primadona baru wisata alam.
Fakta menariknya, Asia dan Afrika memang mendominasi daftar 10 besar destinasi satwa liar terbaik versi Bailey Robinson. Kazakhstan jadi bukti kalau wisata satwa tak selalu identik dengan Afrika atau Amerika Selatan.
6. Pelacakan Macan Tutul Salju di Ladakh atau Himalaya
Destinasi paling menantang ada di urutan keempat dengan skor 85,5 dari 100. Macan tutul salju hidup di ketinggian ekstrem Pegunungan Himalaya, wilayah Ladakh, India. Satwa ini terkenal sulit dilacak karena pola kamuflasenya yang sempurna di antara bebatuan dan salju.
"Apa yang paling menonjol bagi kami adalah hubungan antara kelangkaan dan keterpencilan," kata Direktur Penjualan Bailey Robinson, Sarah Parker. Menurutnya, pengalaman melihat satwa liar paling istimewa memang mengharuskan traveler menempuh perjalanan lebih jauh dan masuk lebih dalam ke alam liar. Kemewahan sejatinya adalah mengalami sesuatu yang langka dan bermakna, sambil mendukung proyek konservasi. Dari daftar ini, terbukti destinasi terbaik selalu yang menjaga keseimbangan antara petualangan dan pelestarian alam.