KOSPI dan Nikkei Anjlok Akibat Aksi Jual Obligasi Global

Ilustrasi Indeks saham Asia-Pasifik tertekan seiring aksi jual obligasi global. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 02 September 2026 | 21:41:49 WIB

JAKARTA – Pasar saham Asia tertekan pada awal perdagangan Rabu (2/9/2026) setelah aksi jual di pasar obligasi global merembet ke kawasan Asia. Kondisi diperburuk oleh serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran yang mendorong harga minyak mentah naik.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,8 persen. KOSPI Korea Selatan anjlok sekitar 3 persen saat pembukaan, sementara Nikkei 225 Jepang merosot 2,2 persen. Kontrak berjangka S&P 500 relatif datar.

Harga minyak Brent naik 0,7 persen ke USD 95,34 per barel, melanjutkan kenaikan hari kedua. Sebelumnya, Brent sempat menyentuh level tertinggi lima pekan setelah serangan udara AS ke Iran. 

Analis Westpac menilai ancaman gangguan di Selat Hormuz kembali meningkatkan kecemasan inflasi, memicu aksi jual saham dan obligasi global.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik 0,4 basis poin ke 4,798 persen. Indeks dolar AS berada di 99,67, mendekati level tertinggi dua pekan.

Di Wall Street, S&P 500 turun 0,7 persen dan Nasdaq melemah 1 persen. Tekanan datang dari kenaikan yield obligasi pemerintah AS serta data ekonomi yang menunjukkan perlambatan pesanan baru manufaktur, meski aktivitas tetap ekspansif.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed berubah. Probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 16 September naik menjadi 67 persen, dari 39,6 persen pekan sebelumnya.

Di komoditas, harga emas stabil di USD 4.328,59 per ons troi. Aset kripto melemah, dengan Bitcoin turun 0,2 persen ke USD 77.246,57 dan Ethereum turun 0,3 persen ke USD 2.412,60.

Pergerakan pasar global kini sangat dipengaruhi konflik AS–Iran, khususnya potensi gangguan pasokan minyak dan energi melalui Selat Hormuz.

Reporter: Ibtihal