Harga Sembako Jatim 2 September 2026: Minyak Goreng dan Cabai Naik

Ilustrasi sembako (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 02 September 2026 | 21:42:19 WIB

SURABAYA – Harga kebutuhan pokok di Jawa Timur terus berubah dari hari ke hari. Pada hari ini, minyak goreng curah, telur ayam, cabai keriting, dan cabai rawit mengalami kenaikan, sedangkan Minyakita, daging sapi, daging ayam, serta cabai besar mengalami penurunan.

Memantau perkembangan harga bahan pokok secara harian merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Selain membantu warga mengelola belanja harian, informasi ini penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi harga yang tidak pasti.

Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok. Bahan-bahan tersebut adalah kebutuhan dasar sehari-hari masyarakat untuk memenuhi gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan kebutuhan dasar itu, harga bahan dapur seperti cabai juga sangat krusial bagi masyarakat. Rincian harga sembako terbaru di Jawa Timur pada Rabu 2 September 2026 ini dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.

Berikut daftar lengkap harga sembako tersebut:

Beras Premium: Rp 15.115/kg

Beras Medium: Rp 12.961/kg

Gula kristal putih: Rp 17.134/kg

Minyak goreng curah: Rp 20.661/kg

Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.841/liter

Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.901/liter

Minyak goreng Minyakita: Rp 15.951/liter

Daging sapi paha belakang: Rp 129.924/kg

Daging ayam ras: Rp 38.916/kg

Daging ayam kampung: Rp 68.051/kg

Telur ayam ras: Rp 26.606/kg

Telur ayam kampung: Rp 45.915/kg

Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.469 370 gr/kl

Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.421 370 gr/kl

Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.713 400 gr/dos

Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.801 400 gr/dos

Garam bata: Rp 1.749

Garam halus: Rp 9.128/kg

Cabai merah keriting: Rp 29.362 /kg

Cabai merah besar: Rp 25.127/kg

Cabai rawit merah: Rp 58.408/kg

Bawang merah: Rp 27.006/kg

Bawang putih: Rp 29.651/kg

Gas elpiji: Rp 19.910

Berdasarkan pergerakan harga hari ini, minyak goreng curah naik Rp 217 atau 1,06%, telur ayam ras naik Rp 2.244 atau 9,21 persen, telur ayam kampung naik Rp 122 atau 0,27 persen, cabai keriting naik Rp 436 atau 1,51%, dan cabai rawit naik Rp 1.070 atau 1,87%.

Di sisi lain, harga Minyakita turun Rp 204 atau 1,26 persen, daging sapi paha belakang turun Rp 504 atau 0,39 persen, daging ayam ras turun Rp 659 atau 1,67 persen, daging ayam kampung turun Rp 1.750 atau 2,51 persen, serta cabai besar turun Rp 709 atau 2,75 persen.

Perubahan harga sembako dipengaruhi oleh beragam faktor mendasar. Faktor tersebut meliputi biaya produksi, kebijakan pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga kondisi cuaca.

Ketika permintaan meningkat tetapi penawaran tetap atau berkurang, harga barang cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran melimpah melebihi permintaan, harga bisa mengalami penurunan.

Cuaca ekstrem, bencana alam, serta perubahan musim dapat mengganggu hasil produksi pertanian. Kurangnya pasokan bahan pangan akibat cuaca buruk menjadi pemicu utama kenaikan harga.

Kebijakan impor, subsidi, pajak, maupun regulasi pemerintah lainnya turut mempengaruhi harga bahan pokok. Contohnya seperti penerapan pembatasan impor atau penyesuaian tarif pajak.

Peningkatan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, hingga upah pekerja dapat menaikkan biaya produksi dan pengiriman. Hal ini berpengaruh langsung pada harga jual sembako di pasaran.

Pergerakan nilai tukar mata uang, terutama untuk komoditas impor, memicu perubahan harga. Melemahnya mata uang lokal membuat harga barang impor menjadi lebih mahal.

Tingkat inflasi yang tinggi berpotensi mendorong kenaikan harga sembako seiring melonjaknya biaya barang dan jasa. Kondisi perekonomian yang tidak stabil turut memperburuk pergerakan harga.

Hambatan pada rantai distribusi seperti kemacetan, aksi mogok, atau kendala logistik dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman. Masalah ini menekan jumlah pasokan sehingga harga barang melonjak naik.

Faktor-faktor yang saling mempengaruhi ini membuat harga sembako kerap berubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat demi menjaga stabilitas pasar. Perlu dicatat bahwa harga sembako dapat berbeda di tiap pasar, dan daftar harga di atas merupakan angka rata-rata di Jawa Timur.

Reporter: Akbar