Danantara Rencanakan Pendanaan Rp2 Triliun untuk Ekspansi VKTR

Ilustrasi Danantara rencanakan pendanaan Rp2 triliun melalui term sheet non-binding untuk ekspansi VKTR. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 03 September 2026 | 20:37:25 WIB

JAKARTA – Rencana pendanaan dilakukan melalui penandatanganan indicative non-binding term sheet pada 28 Agustus 2026, dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai penanggung. Dana akan digunakan untuk ekspansi mobility-as-a-service (MaaS), termasuk pengadaan bus dan truk listrik.

Danantara menegaskan bahwa term sheet masih berupa kerangka awal, dengan realisasi investasi bergantung pada uji tuntas dan perjanjian definitif. Termasuk di dalamnya hak opsi konversi yang dapat mengubah struktur kepemilikan di masa depan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai rencana ini bisa menjadi katalis positif bagi VKTR. 

“Rencana pendanaan maksimal Rp2 triliun dari Danantara Investment Management (DIM) merupakan katalis positif bagi kinerja VKTR, karena apabila terealisasi, akan memperkuat kapasitas pendanaan perseroan,” ujar Nafan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menilai prospek VKTR dalam jangka menengah hingga panjang masih menarik seiring perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Namun, investor perlu mencermati risiko dilusi saham jika opsi konversi diaktifkan, serta kemampuan perseroan menjaga laba bersih berkelanjutan.

Pada perdagangan Rabu (2/9/2026), saham VKTR ditutup di Rp935 per saham, naik 0,54 persen dari Rp930. Saham dibuka di Rp975 dan bergerak di rentang Rp910–Rp990.

Nafan memberikan rekomendasi ADD dengan target harga Rp1.085 per saham. Untuk investor agresif, strategi speculative buy atau accumulate on weakness dapat dipertimbangkan, sambil menunggu finalisasi dokumen definitif dengan DIM dan realisasi ekspansi bus serta truk listrik.

BNBR tercatat sebagai pengendali VKTR dengan kepemilikan 24,41 persen per akhir Juli 2026. Selain itu, PT Bakrie Metal Industries pada 21 Agustus 2026 membeli 3 miliar saham VKTR.

Reporter: Ibtihal