KOSPI Melonjak 4 Persen, Saham Asia Hari Ini Bergerak Bervariasi

Ilustrasi Saham-saham Asia bergerak bervariasi (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 07 September 2026 | 19:33:54 WIB

JAKARTA – Saham-saham di kawasan Asia diperdagangkan bervariasi dengan kecenderungan positif pada hari Senin, ditopang oleh optimisme bahwa model terbaru dari OpenAI bakal memicu lonjakan permintaan chip memori. Tren positif ini melanjutkan reli yang terjadi pada hari Jumat di antara saham-saham semikonduktor dan memori AS seiring membaiknya sentimen pasar secara keseluruhan terhadap sektor tersebut.

Indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, melesat lebih dari 4% hingga melewati level 6.950, mencatatkan kenaikan dalam tiga hari berturut-turut berkat dorongan saham Samsung Electronics, SK Hynix, SK Square, serta Hyundai Motor. Lonjakan ini disokong oleh fundamental ekonomi yang solid, terlihat dari nilai ekspor Korea Selatan tahun berjalan yang menembus rekor US$709,4 miliar hingga melampaui capaian keseluruhan tahun 2025, dipimpin oleh kenaikan ekspor semikonduktor sebesar 169,6% periode Januari hingga Agustus.

Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,85% di atas 66.200, sedangkan indeks Topix terkerek 0,48% melampaui 4.100, melanjutkan tren kenaikan hari kedua yang disokong oleh emiten raksasa teknologi seperti Kioxia Holdings dan SoftBank Group. Meski begitu, para pelaku pasar tetap bersikap waspada lantaran mengantisipasi kemungkinan lonjakan suku bunga Bank of Japan pada September untuk menekan inflasi yang masih tinggi dan menahan pelemahan mata uang.

Pasar saham Tiongkok menampilkan arah pergerakan yang terpecah, di mana Shanghai Composite terkoreksi 0,24% menuju 3.920, sementara Shenzhen Component justru melonjak lebih dari 2% di atas 13.800. Guna memacu pertumbuhan kredit sekaligus memperkokoh neraca keuangan, Tiongkok merilis suntikan dana CNY 300 miliar (US$45 miliar) bagi lembaga keuangan terbesarnya, yang menjadi langkah rekapitalisasi sektor terbesar dalam kurun hampir dua dekade. Di sisi lain, Indeks Hang Seng Hong Kong melemah sekitar 1% mendatangi level 25.400, akibat beban dari saham-saham sektor keuangan, teknologi, dan energi.

Secara umum, pergerakan pasar yang lebih luas tetap dibayangi kehati-hatian usai rilis data tenaga kerja AS yang solid memperkuat perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan ini. Data Nonfarm Payrolls edisi Agustus tercatat bertambah 162.000, melampaui jauh dari estimasi awal sebesar 56.000. Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di level 4,1%, dan pertumbuhan upah secara tahunan melambat lebih tipis dari prediksi menjadi 3,1%. Menyusul publikasi angka-angka tersebut, para pelaku pasar segera mengantisipasi pengetatan kebijakan moneter, di mana perangkat CME FedWatch memperlihatkan peluang sebesar 58,3% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September.

Sikap hati-hati para trader juga dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah yang menimbulkan kecemasan atas timbulnya kembali tekanan inflasi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran pada akhir pekan. Eskalasi konflik meluas setelah AS membidik tiga kapal tanker milik Iran sebagai balasan atas serangan rudal ke kapal perangnya, yang memicu Teheran memberlakukan area pembatasan baru di kawasan Selat Hormuz.

Reporter: Akbar