IHSG Menguat 0,84 Persen, Investor Asing Beli Saham Pilihan
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,84% atau 55,28 poin menjadi 6.674,95 pada perdagangan sesi pertama Selasa (8/9). Penguatan ini terjadi setelah IHSG mengalami tekanan jual selama dua perdagangan sebelumnya.
Total nilai transaksi di pasar saham mencapai Rp8,16 triliun, termasuk transaksi di pasar negosiasi sebesar Rp409,4 miliar. Adapun volume perdagangan saham tercatat 22,6 miliar lembar dengan jumlah transaksi sebanyak 1,35 kali.
Hampir seluruh sektor saham bergerak di zona hijau. Sektor industri menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,26%, sedangkan sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan, yakni 0,50%.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat nilai transaksi terbesar, masing-masing mencapai Rp790,44 miliar dan Rp336,84 miliar. Saham BUMI menguat 2,73%, sedangkan AMMN naik 4,31%.
Sejalan dengan kenaikan IHSG, investor asing tercatat lebih banyak melakukan aksi beli pada sesi pertama dengan net buy sebesar Rp83,37 miliar. Namun, berdasarkan volume perdagangan, investor asing justru mencatatkan net sell sebanyak 595,43 juta lembar saham.
Berikut rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell pada sesi pertama:
Top Net Foreign Buy
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp112,57 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp109,34 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp74,54 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – Rp37,88 miliar
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) – Rp26,39 miliar
Top Net Foreign Sell
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp103,43 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp48,76 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp36,97 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) – Rp35,52 miliar
PT Timah Tbk (TINS) – Rp29,85 miliar
Di kawasan emerging market Asia Pasifik, sebagian besar indeks saham berada dalam tekanan. Hingga siang hari, NIFTY India melemah 0,45%, diikuti Hang Seng yang turun 0,43% dan TWSE Taiwan yang terkoreksi 0,41%.
Sementara itu, sejumlah indeks masih mampu bertahan di zona positif. KOSPI Korea Selatan naik 1,30%, disusul IHSG yang menguat 0,84% dan PCOMP Filipina sebesar 0,53%.