Wall Street Ditutup Melemah, S&P 500 Turun 0,58 Persen
JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Tekanan terutama datang dari saham Salesforce dan sejumlah perusahaan perangkat lunak lainnya.
Indeks S&P 500 turun 0,58 persen menjadi 7.673,52 poin pada akhir perdagangan. Nasdaq melemah 0,32 persen menjadi 26.421,41 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 1,18 persen menjadi 52.786,07 poin.
Saham Salesforce dan Intuit masing-masing merosot sekitar 4 persen, sementara ServiceNow turun 5 persen. Peluncuran model terbaru OpenAI, GPT-6 Astra, pada pekan lalu kembali memunculkan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan atau AI dapat menyaingi layanan yang selama ini ditawarkan perusahaan perangkat lunak khusus.
Indeks S&P 500 sektor perangkat lunak dan jasa turun 1,4 persen, melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut.
“Astra kembali memicu kekhawatiran mengenai disrupsi terhadap industri perangkat lunak dan menghidupkan kembali tren lama yang sempat kita lihat selama beberapa waktu, ketika saham semikonduktor dan perusahaan yang diuntungkan dari belanja modal pusat data berkinerja baik, sementara saham perusahaan perangkat lunak justru berkinerja buruk,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. kata portfolio manager di Argent Capital Management, Jed Ellerbroek.
Di sisi lain, Intel melonjak 9 persen dan Qualcomm naik 3,2 persen setelah kedua perusahaan mencapai kesepakatan dengan Amazon untuk mengembangkan chip AI khusus.
Pergerakan pasar juga dipengaruhi kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Investor pada saat yang sama menunggu sejumlah data inflasi yang dapat memengaruhi prospek kebijakan suku bunga.
Pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pada pertemuan 15-16 September. Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan menambah tenaga kerja jauh lebih banyak dari perkiraan pada Agustus.
Data indeks harga produsen dan indeks harga konsumen yang akan dirilis pekan ini menjadi indikator penting menjelang keputusan The Fed. Para pembuat kebijakan membutuhkan bukti lebih lanjut bahwa tekanan inflasi terus mereda.
Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar melihat peluang sebesar 60 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan.
Saham Apple turun 1,2 persen, sehari sebelum perusahaan diperkirakan memperkenalkan smartphone terbarunya dalam sebuah acara yang digelar di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus.
Aktivitas perdagangan di bursa AS tergolong tinggi dengan 15,7 miliar saham berpindah tangan. Jumlah tersebut berada di atas rata-rata 14,9 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Sepanjang 2026, S&P 500 telah menguat sekitar 12 persen. Namun, indeks tersebut masih berada sekitar 1 persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 13 Agustus.
Data LSEG menunjukkan indeks saham acuan tersebut memiliki valuasi sekitar 19 kali proyeksi laba, turun dari 21 kali pada awal Juni. Penurunan valuasi tersebut mencerminkan meningkatnya ekspektasi laba setelah kinerja laporan keuangan kuartal II yang kuat.
Meski ekspektasi terhadap laba perusahaan meningkat, konflik antara AS-Israel dan Iran tetap menjadi salah satu faktor yang membebani pasar saham.
Harga minyak sempat mencapai level tertinggi dalam enam pekan pada Selasa (8/9) setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman menyerang fasilitas energi Arab Saudi. Serangan tersebut menyebabkan fasilitas minyak terbakar dan meningkatkan kekhawatiran mengenai meluasnya perang Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam bulan.
Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz juga melambat setelah Iran pada Senin (7/9) mengancam melakukan aksi balasan apabila terjadi serangan baru dari AS.
“Konflik antara AS dan Iran mulai terlihat bukan lagi sekadar gangguan sementara, melainkan lebih sebagai latar belakang jangka panjang bagi pasar,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. kata CEO loanDepot, Jeff DerGurahian.
Indeks sektor energi S&P 500 menguat 1 persen. Saham Marathon Petroleum naik 2,4 persen, sedangkan Occidental Petroleum menguat 1 persen.
Sementara itu, imbal hasil surat utang pemerintah AS yang relatif bebas risiko masih berada di level tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat investor semakin kurang tertarik mengambil risiko tambahan melalui pembelian saham.
Saham-saham kripto juga melemah setelah harga bitcoin turun dari level USD 80.000. Coinbase terkoreksi 3,1 persen, sedangkan Strategy turun 4,4 persen.
Jumlah saham yang turun dalam indeks S&P 500 lebih banyak dibandingkan saham yang menguat dengan rasio 2,4 berbanding 1.
S&P 500 mencatat lima saham mencapai level tertinggi baru dan 10 saham mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 55 saham mencapai level tertinggi baru dan 136 saham mencapai level terendah baru.