Bocoran Dividen Jumbo Dorong Saham AKRA Naik 5,17 Persen
JAKARTA - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berpeluang membagikan dividen jumbo dari tahun buku 2026. Prospek tersebut didukung kinerja perusahaan migas yang mencatat pertumbuhan laba lebih dari 20% pada semester I 2026.
AKRA menegaskan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pembagian dividen secara konsisten. Kebijakan tersebut mengacu pada aturan internal perseroan yang menetapkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sekurang-kurangnya sebesar 30% dari laba bersih.
Corporate Secretary & Head of Legal Division AKR Corporindo, Arum Pawestri, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembagian dividen selalu disesuaikan dengan kondisi fundamental perusahaan.
"AKR sendiri dalam melakukan pembagian dividen sesuai dengan kebijakan perusahaan di mana pembagian dividen sekurang-kurangnya adalah 30% dari laba bersih dan apabila laba bersih perusahaan melebihi dari Rp 50 miliar," sebagaimana dilansir dari berita sumber. ujar Arum dalam kegiatan public expose, Selasa (8/9/2026).
Prospek dividen tersebut menjadi salah satu sentimen positif yang mendorong pergerakan saham anggota LQ45 tersebut. Pada perdagangan Selasa 8 September 2026, saham AKRA ditutup di Rp1.525 atau naik 5,17% secara harian.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif saham AKRA dalam sebulan terakhir dengan akumulasi kenaikan sebesar 8,54%.
Dalam menjalankan kebijakan dividen, manajemen AKRA tetap menerapkan prinsip kehati-hatian melalui disiplin alokasi modal. Penentuan waktu dan besaran dividen akan mempertimbangkan sejumlah indikator penting.
Perseroan perlu menyelaraskan alokasi kas untuk ekspansi bisnis dan belanja modal (capex) secara berkelanjutan. Selain itu, posisi keuangan dan arus kas harus tetap terjaga agar likuiditas perusahaan berada dalam kondisi sehat.
Keputusan pembagian dividen juga membutuhkan persetujuan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"AKRA tetap berkomitmen untuk memberikan nilai kepada pemegang saham melalui pembagian dividen dengan mempertimbangkan kinerja arus kas, kebutuhan investasi dan kondisi keuangan perseroan," sebagaimana dilansir dari berita sumber. imbuh Arum.
Komitmen terhadap pembagian dividen tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan perseroan sepanjang paruh pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, AKRA mencatatkan total pendapatan sebesar Rp30,84 triliun.
Pendapatan tersebut melonjak 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp21,41 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih juga meningkat. AKRA membukukan laba bersih sebesar Rp1,43 triliun pada semester I-2026.
Capaian tersebut tumbuh sekitar 21,25% dibandingkan laba bersih semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp1,18 triliun.
Pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk menjaga kesinambungan imbal hasil bagi para pemegang saham pada masa mendatang.