Harga Emas Dunia Naik Lebih dari 0,8 Persen Usai Koreksi Tiga Hari

Ilustrasi emas spot (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Kamis, 10 September 2026 | 22:05:58 WIB

JAKARTA – Harga emas naik pada perdagangan kemarin. Kenaikan harga sang logam mulia datang usai koreksi selama tiga hari beruntun.

Pada Rabu (9/9/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.394,7/troy ons. Menguat 0,88% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas akhirnya bangkit usai jatuh tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga terpangkas hampir 3%.

Usai koreksi yang lumayan tersebut, emas sepertinya kembali menarik di mata investor. Aksi ‘serok’ di bawah membuat harga emas naik.

Posisi dip buying ini mampu mengatrol harga emas meski ada sentimen yang membebani. Harga emas masih bisa naik meski imbal hasil (yield) obligasi juga bergerak ke utara.

Kemarin, yield surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun naik 5 basis poin (bps) ke 4,844%. Meski cuma naik tipis, tetapi ini adalah posisi tertinggi sejak Oktober 2023 atau nyaris tiga tahun terakhir.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat instrumen lain menawarkan keuntungan yang lebih tinggi.

Kemudian, harga minyak dunia juga melejit akibat tensi di Timur Tengah yang kembali meninggi. Kemarin, harga minyak jenis brent melompat 4,23% ke US$ 102,08/barel.

Kenaikan harga energi berpotensi mengerek inflasi lebih tinggi. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara perlu merespons dengan pengetatan kebijakan moneter, melalui kenaikan suku bunga.

Malam ini waktu Indonesia, Bank Sentral Uni Eropa (ECB) akan mengumumkan suku bunga acuan. Pasar memperkirakan suku bunga naik dari 2,25% ke 2,5%.

Pekan depan, Bank Sentral AS (Federal Reserve) juga akan mengumumkan suku bunga acuan. Investor bertaruh bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan ke 3,75-4%, kemungkinannya sekitar 60%.

Sebagai non-yielding asset, kenaikan suku bunga global tentu bukan kabar baik bagi emas.

“Emas tidak begitu merespons kenaikan yield dan harga minyak akibat aksi short covering. Kami belum melihat ada isu baru,” kata Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Kamis (10/9/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali ke jalur koreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 50. Namun RSI emas masih di ambang batas, sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 15. Di bawah 50, yang berarti masih jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya masih berpotensi naik. Resisten terdekat ada di US$ 4.411/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5 yang jika tertembus maka ada peluang menuju MA-10 di US$ 4.428/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.496/troy ons.

Namun kalau harga emas malah turun, maka US$ 4.380/troy ons rasanya akan menjadi pivot point yang patut dicermati. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga ke rentang US$ 4.343-4.316/troy ons.

Target paling pesimistis adalah US$ 4.205/troy ons.

Reporter: Akbar