INDY Melonjak 11,03 Persen, AADI Pimpin Saham PER Terendah LQ45
JAKARTA - Perdagangan saham-saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 September 2026 diwarnai penguatan signifikan pada sejumlah saham, termasuk saham dengan harga tinggi.
Total nilai transaksi bursa meningkat menjadi Rp16,2 triliun dari Rp15,8 triliun pada perdagangan sebelumnya.
Investor asing membukukan net jual dari sisi volume sebesar 1,38 miliar saham maupun dari sisi nilai mencapai Rp438,5 miliar.
Rasio harga terhadap laba (price earning ratio/PER) menggambarkan berapa kali harga saham dibandingkan dengan laba bersih per saham.
Sementara itu, rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) digunakan untuk membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.
Saham dengan PER terendah:
- BBTN
- INKP
- NCKL
- JPFA
- AADI
- ANTM
- PGAS
- BBNI
- BMRI
- PTBA
PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatat kenaikan terbesar dalam kelompok saham tersebut pada perdagangan 9 September, yakni 5,96%. PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) dan PT Aneka Tambang (ANTM) juga mencatat penguatan masing-masing sebesar 4,69% dan 3,90%. Sebaliknya, PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi saham dengan penurunan terbesar sebesar 2,40%, diikuti PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) yang turun 1,68%.
Saham dengan PER tertinggi:
- CUAN
- UNTR
- GOTO
- INDY
- BUMI
- AMMN
- MBMA
- DEWA
- BRPT
- MDKA
PT Indika Energy (INDY) melonjak 11,03% pada perdagangan 9 September, menjadi saham dengan kenaikan terbesar dari total 20 saham gabungan.
PT Amman Mineral Internasional (AMMN) juga mencatat penguatan 5,14%. Sementara PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Merdeka Battery Materials (MBMA) mengalami pelemahan tipis. Di sisi lain, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) masih mencatat PBV terendah di antara 20 saham gabungan, yakni 0,40 kali.