S&P 500 dan Nasdaq Menguat, Dow Jones Naik 0,98 Persen

Ilustrasi Wall Street ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,98%, S&P 500 0,86%, dan Nasdaq 0,96% pada perdagangan Jumat. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 14 September 2026 | 21:55:00 WIB

JAKARTA - Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat. Dow Jones (DJI) naik 0,98%, S&P 500 menguat 0,86%, sedangkan Nasdaq naik 0,96%.

Pada perdagangan 11 September 2026, sejumlah saham mencatat pergerakan yang menonjol. ADI menjadi saham dengan kenaikan tertinggi sebesar +4,85%, disusul CSCO +4,37%, TXN +3,82%, dan QCOM +2,88%.

Di sisi lain, PANW menjadi saham dengan penurunan terbesar sebesar -2,32%. FTNT turun -1,75%, REGN melemah -1,48%, sedangkan AMGN turun -1,34%.

Larry Ellison mengejutkan pasar setelah mengadopsi trading plan yang memungkinkan dirinya menjual hingga 50 juta saham Oracle (ORCL) dengan nilai sekitar US$7,5 miliar berdasarkan harga saat ini.

Rencana tersebut dibuat pada 22 Juni dan berlaku hingga 24 Oktober. Langkah ini dinilai tidak biasa karena sejak awal abad ini Ellison belum pernah menjual lebih dari 25.000 saham Oracle dalam satu transaksi.

Ellison menguasai lebih dari 40% saham Oracle dan diperkirakan masih memiliki sekitar 1,1 miliar saham apabila seluruh rencana tersebut dijalankan.

Rencana penjualan itu muncul setelah Oracle mencatat pertumbuhan 121% YoY pada pendapatan cloud infrastructure. Namun, ekspansi agresif perusahaan ke infrastruktur AI membuat utang meningkat dan saham Oracle telah turun sekitar 20% sepanjang tahun.

Ellison tetap menjadi salah satu pemegang saham terbesar sekaligus orang terkaya di dunia.

Sementara itu, JPMorgan (JPM) menghentikan aktivitas lending kepada hedge fund Situational Awareness milik Leopold Aschenbrenner setelah dana tersebut mengalami kerugian besar akibat aksi jual saham teknologi pada akhir Juli.

Sebelumnya, JPMorgan menjadi salah satu pemberi pinjaman utama melalui layanan prime brokerage. Namun, hubungan tersebut dihentikan setelah kerugian Situational Awareness terungkap.

Setelah itu, Situational Awareness mulai bekerja sama dengan broker spesialis Clear Street dan kembali beraktivitas di pasar dengan membeli call options pada sejumlah saham teknologi, yaitu Advanced Micro Devices (AMD), Bloom Energy (BE), CoreWeave (CRWV), SK Hynix (SKHY), dan Sandisk (SNDK).

Sebelumnya, hedge fund tersebut menjual sebagian besar portofolio saham publiknya kepada Citadel milik Ken Griffin untuk membatasi kerugian.

Investor juga dapat memantau pergerakan saham AS seperti AAPL, HPQ, SPCX, dan saham lainnya melalui platform perdagangan saham AS. Akses tersebut memungkinkan investor Indonesia memantau harga serta aktivitas pasar untuk menyesuaikan strategi trading dengan kondisi pasar.

Dow Jones Industrial Average mengukur kinerja 30 perusahaan besar AS dari berbagai sektor. S&P 500 mencakup 500 perusahaan besar AS dengan pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar, sedangkan Nasdaq Composite lebih didominasi saham-saham sektor teknologi. Komposisi tersebut membuat Nasdaq cenderung lebih volatil ketika sentimen terhadap sektor teknologi berubah.

Bursa saham AS, yakni NYSE dan Nasdaq, dibuka pada pukul 21.30 WIB dan ditutup pada pukul 04.00 WIB keesokan harinya saat musim panas atau Eastern Daylight Time. Saat musim dingin, jam perdagangan berlangsung satu jam lebih lambat.

Investor di Indonesia dapat mulai melakukan trading saham AS melalui platform yang menyediakan akses ke bursa AS, dengan proses pendaftaran secara online, verifikasi identitas, dan pengisian dana sebelum melakukan transaksi.

Reporter: Ibtihal