Gangguan Pasokan Minyak Timur Tengah Angkat FTSE 100
JAKARTA - Saham-saham Inggris menguat pada Senin karena kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah mendorong harga minyak mentah naik tajam, sehingga mengimbangi pelemahan yang terjadi secara lebih luas di pasar Eropa.
FTSE 100 naik 0,7%, setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan. Sementara itu, Pound Sterling melemah terhadap dolar, dengan GBP/USD turun 0,5% ke level 1,34.
Saham perusahaan energi besar seperti Shell dan BP masing-masing naik 1,6%. Saham defensif, yakni perusahaan yang mampu memberikan pendapatan konsisten terlepas dari kondisi perekonomian secara keseluruhan, seperti Unilever juga naik 3%.
Oman menunda pertemuan yang sebelumnya direncanakan antara negara-negara Teluk dan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz dengan alasan perlunya konsensus.
Ahli strategi komoditas ING menyatakan bahwa "penundaan ini semakin menjauhkan prospek de-eskalasi dari jangkauan.", sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Penundaan tersebut terjadi setelah Arab Saudi menutup jalur pipa Timur-Barat berkapasitas 7 juta barel per hari. ING menyebut jalur tersebut sebagai "jalur bypass vital bagi ekspor minyak Saudi saat terjadi gangguan di Selat Hormuz," setelah serangan terhadap infrastruktur energi kerajaan tersebut pada pekan lalu, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
ING menambahkan bahwa belum diketahui seberapa parah kerusakan yang terjadi maupun berapa lama jalur tersebut akan berhenti beroperasi. Bank tersebut juga menyebut eskalasi itu meningkatkan risiko terhadap proyeksinya dan membuat perkiraan bergerak lebih dekat ke skenario yang lebih pesimistis.
Meski demikian, ING masih mempertahankan skenario dasarnya untuk Brent dengan rata-rata $80/bbl pada kuartal keempat. ING mencatat bahwa volume minyak dalam jumlah signifikan masih melewati Selat Hormuz.
Secara terpisah, data pelacakan kapal menunjukkan bahwa transit di Selat Hormuz turun menjadi satu digit selama akhir pekan, dibandingkan rata-rata 10 hari sebesar 14. Sementara itu, Komando Pusat AS menyatakan telah mengalihkan lebih dari 100 kapal komersial dalam blokade pelabuhan Iran yang diberlakukan kembali pada Juli.
Di dalam negeri, Perdana Menteri Andy Burnham menjadi tuan rumah bagi para pemimpin bisnis, pengusaha, dan wali kota lokal di Downing Street untuk menempatkan pemerintahannya sebagai mitra dalam pertumbuhan.
Menjelang acara tersebut, Burnham menyatakan bahwa Inggris memiliki berbagai hal yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan, termasuk sumber daya manusia berbakat dan universitas berkelas dunia. Namun, menurutnya, diperlukan perubahan budaya dalam cara Inggris menjalankan bisnis.
Ia menyatakan pemerintahannya akan mengindustrialisasi kembali Inggris. Menurutnya, hal tersebut berarti menempatkan pemerintah secara tegas di sisi mereka yang mengambil risiko, mendirikan perusahaan, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan ide-ide baru.
Pertemuan meja bundar tersebut dihadiri para pendiri Octopus Energy, Revolut, Starling Bank, dan Oxford Quantum Circuits, serta chief executive dari HSBC, Aviva, Standard Chartered, Morrisons, Sainsbury’s, BT, Vodafone, BP, Shell, Rolls-Royce, dan BAE Systems.
Acara tersebut berlangsung menjelang anggaran pertama Menteri Keuangan John Healey pada 28 Oktober, yang dipersiapkan di tengah meningkatnya biaya pinjaman dan dampak ekonomi dari perang Iran.
Dari sisi permintaan, ING mencatat bahwa laporan pasar minyak bulanan IEA kembali memangkas secara agresif proyeksi permintaan 2026. Kini, permintaan minyak global diperkirakan turun 2,5 juta barel per hari secara tahunan, atau 940.000 b/d lebih dalam dibandingkan estimasi sebelumnya. Namun, IEA masih memproyeksikan pemulihan sebesar 2,6 juta b/d pada 2027.
ING juga mencatat pasar middle distillate masih berada dalam kondisi ketat. ICE gasoil crack mencapai rekor tertinggi baru mendekati $84/bbl, sedangkan US diesel crack berada di atas $110/bbl.
Menurut bank tersebut, tekanan itu berkaitan dengan larangan ekspor diesel Rusia serta tekanan dari Washington terhadap Ukraina untuk menghentikan serangan terhadap kilang minyak.
Futures minyak mentah Brent naik 4,4%, sementara WTI AS naik 4%.