Analis Wall Street Rekomendasikan Strong Buy untuk Saham Nvidia

Ilustrasi Pergerakan Saham NVDA (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 15 September 2026 | 20:49:18 WIB

JAKARTA – Harga saham Nvidia (NVDA) tercatat stabil pada level $218,29 pada penutupan sesi perdagangan terakhir, Jumat, 11 September 2026.

Bursa saham Amerika Serikat saat ini sedang tutup karena belum memasuki sesi reguler Senin, sehingga angka tersebut merupakan harga penutupan sesi terakhir dengan kapitalisasi pasar sebesar $5,271 triliun.

Berdasarkan data dari TradingView, saham Nvidia ditutup pada harga $218,29 pada sesi Jumat, 11 September 2026.

Pergerakan harga ini nyaris tidak mengalami perubahan karena hanya mencatatkan penurunan tipis sebesar $0,03 atau setara -0,03% dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.

Pergerakan yang stagnan ini mengindikasikan adanya konsolidasi harga setelah sebelumnya mengalami kenaikan tajam pasca laporan kuartalan akhir Agustus lalu.

Pada segmen kapitalisasi pasar, Nvidia masih memegang predikat sebagai perusahaan paling bernilai di dunia dengan nilai market cap sebesar $5,271 triliun menurut data CompaniesMarketCap.com.

Posisi puncak tersebut didukung kuat oleh dominasi Nvidia di industri chip AI serta lonjakan permintaan unit data center secara berkelanjutan.

Berdasarkan data TipRanks per 10 September 2026, konsensus dari 30 analis Wall Street memberikan rating Strong Buy untuk saham Nvidia.

Seluruh analis tersebut memberikan rekomendasi Buy tanpa ada satupun yang memberikan rating Hold maupun Sell.

Target harga rata-rata saham dipatok pada angka $324,30, dengan target tertinggi menyentuh $465 dan target terendah pada level $275.

Optimisme dari para analis ini berjalan seiring dengan tren pertumbuhan permintaan chip AI Nvidia, terutama pada lini produk data center generasi terbaru.

Rentang target harga yang luas tersebut memperlihatkan variasi pandangan mengenai tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan, meski mayoritas analis tetap merekomendasikan Buy.

Laporan keuangan kuartal kedua fiskal 2027 yang dirilis pada 26 Agustus 2026 menjadi pendorong utama pergerakan saham perusahaan belakangan ini.

Nvidia berhasil membukukan total pendapatan sebesar $96,2 miliar atau melonjak 106% secara tahunan, di mana segmen data center menyumbang $89 miliar.

Laba per saham non-GAAP tercatat berada di angka $2,22 atau naik 120% dibandingkan tahun sebelumnya, disertai margin kotor mencapai 75,0%.

Manajemen Nvidia memproyeksikan pendapatan untuk kuartal ketiga akan menyentuh angka sekitar $108 miliar.

Pihak manajemen juga memperkirakan kenaikan pendapatan tahun fiskal 2028 mampu mencapai sekitar 70% di tengah kondisi permintaan yang masih terkendala pasokan.

Chip generasi Vera Rubin diproyeksikan bakal menyumbang sekitar 20% dari total pendapatan data center pada kuartal mendatang.

Saham Nvidia sendiri sempat mencatatkan kenaikan tajam hingga hampir 9% sesaat setelah laporan keuangan tersebut dirilis.

Reporter: Akbar