Strategy Buyback 139,3 Juta US Dolar, Kepemilikan Bitcoin Tetap 845.050
JAKARTA - Perusahaan perbendaharaan Bitcoin Strategy resmi menyampaikan laporan 8-K kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang mengungkap aksi pembelian kembali saham preferen serta posisi kas dan portofolio Bitcoin terbaru perusahaan.
Strategy membeli kembali sekitar 1,42 juta saham preferen STRC dengan nilai US$139,3 juta selama periode 8-13 September. Seluruh transaksi tersebut menggunakan cadangan kas dolar AS milik perusahaan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hingga 14 September, Strategy tercatat memiliki cadangan USD sekitar US$5,1 miliar, termasuk saldo kas sebesar US$1,3 miliar.
Perusahaan juga memperbesar otorisasi pembelian kembali sekuritas kredit digital dari sebelumnya US$1 miliar menjadi US$2 miliar.
Selain itu, Strategy telah menyetujui program buyback saham biasa senilai US$1 miliar dan menaikkan batas Program Monetisasi BTC menjadi US$5 miliar.
Dana yang berasal dari program tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan perusahaan, membayar dividen dan bunga, serta melakukan pembelian kembali sekuritas.
Sementara di sisi aset digital, Strategy tidak melakukan pembelian maupun penjualan Bitcoin sepanjang pekan lalu.
Dengan kondisi tersebut, perusahaan mempertahankan kepemilikan Bitcoin selama dua pekan secara berturut-turut.
Total kepemilikan Strategy kini mencapai 845.050 BTC dengan nilai pasar sekitar US$65,7 miliar. Jumlah itu setara dengan lebih dari 4% dari total pasokan Bitcoin yang dibatasi hingga 21 juta koin.
Strategy mencatat total biaya akuisisi sekitar US$63,7 miliar dengan harga rata-rata US$75.412 per Bitcoin.
Berdasarkan harga pasar saat ini, posisi tersebut menghasilkan keuntungan yang belum direalisasikan sekitar US$2 miliar.
Di pasar saham, MSTR mengalami pelemahan 4,7% sepanjang pekan lalu dan ditutup pada US$130,97 pada Jumat.
Penurunan tersebut terjadi seiring koreksi harga Bitcoin yang mencapai 3,9% dalam periode yang sama.
Model perusahaan publik yang menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury juga terus berkembang.
Data Bitcoin Treasuries mencatat sebanyak 197 perusahaan publik telah menerapkan strategi akumulasi Bitcoin.
Selain Strategy, sejumlah perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin terbesar mencakup Twenty One, Metaplanet, MARA, dan Bitcoin Standard Treasury Company.
Meski demikian, saham perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi tekanan setelah mengalami reli pada 2025.
Penyesuaian rasio market-to-net asset value (mNAV) menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi valuasi.
Saham Strategy sendiri masih berada sekitar 71% di bawah level puncaknya, dengan rasio mNAV sekitar 1,1.
Kondisi ini menunjukkan Strategy kini mengandalkan kombinasi cadangan kas, aksi korporasi, dan eksposur Bitcoin dalam mengelola struktur modalnya. Pada saat yang sama, kinerja saham perusahaan tetap sangat sensitif terhadap pergerakan harga aset kripto tersebut.