MDKA Anjlok 5,57 persen, AMMN Melesat 4,94 persen di LQ45

Ilustrasi Perdagangan saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 September 2026 bergerak bervariasi. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 15 September 2026 | 01:24:54 WIB

JAKARTA - Perdagangan saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 September 2026 bergerak bervariasi. Sejumlah saham pertambangan dengan harga tinggi mengalami koreksi cukup dalam.

Rasio harga terhadap laba atau price earning ratio (PER) menggambarkan berapa kali lipat harga saham dibandingkan dengan laba bersih per saham yang dihasilkan perusahaan.

Sementara itu, price to book value (PBV) merupakan rasio yang membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan untuk setiap saham.

Berikut daftar saham dengan PER terendah dalam kelompok LQ45 pada perdagangan 14 September 2026:

BBTN
Close: 1.215
PER: 3,55
PBV: 0,45
Perubahan: +3,40%

INKP
Close: 8.825
PER: 3,63
PBV: 0,38
Perubahan: -0,28%

NCKL
Close: 920
PER: 5,00
PBV: 1,32
Perubahan: -2,13%

JPFA
Close: 2.270
PER: 5,38
PBV: 1,34
Perubahan: +0,89%

AADI
Close: 12.225
PER: 5,62
PBV: 1,48
Perubahan: 0,00%

ANTM
Close: 3.190
PER: 6,00
PBV: 2,06
Perubahan: -2,45%

PGAS
Close: 1.550
PER: 6,10
PBV: 0,78
Perubahan: +1,97%

PTBA
Close: 3.080
PER: 6,70
PBV: 1,41
Perubahan: -0,65%

BBNI
Close: 3.870
PER: 6,71
PBV: 0,88
Perubahan: +3,20%

INDF
Close: 7.250
PER: 6,74
PBV: 0,83
Perubahan: -0,68%

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi saham dengan kenaikan terbesar dalam kelompok tersebut setelah menguat 3,40% pada perdagangan 14 September. PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menyusul dengan kenaikan 3,20%.

Sebaliknya, PT Aneka Tambang (ANTM) menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 2,45%. Kemudian PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) terkoreksi 2,13%. Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Berikut daftar saham dengan PER tertinggi dalam kelompok LQ45 pada perdagangan 14 September 2026:

CUAN
Close: 940
PER: 156,67
PBV: 17,09
Perubahan: -0,53%

UNTR
Close: 26.400
PER: 51,46
PBV: 1,02
Perubahan: +0,38%

GOTO
Close: 50
PER: 50,00
PBV: 1,79
Perubahan: 0,00%

INDY
Close: 2.790
PER: 39,86
PBV: 0,68
Perubahan: -1,41%

BUMI
Close: 208
PER: 34,67
PBV: 2,60
Perubahan: -1,89%

AMMN
Close: 5.100
PER: 34,00
PBV: 3,96
Perubahan: +4,94%

MBMA
Close: 505
PER: 26,58
PBV: 1,98
Perubahan: -2,88%

DEWA
Close: 406
PER: 23,88
PBV: 2,04
Perubahan: -2,87%

BRPT
Close: 1.655
PER: 22,67
PBV: 3,57
Perubahan: -2,65%

MDKA
Close: 2.880
PER: 18,00
PBV: 4,86
Perubahan: -5,57%

PT Merdeka Copper Gold (MDKA) menjadi saham dengan penurunan paling dalam di antara 20 saham dalam kedua kelompok tersebut. Saham MDKA anjlok 5,57% pada perdagangan 14 September 2026.

Berbeda dengan MDKA, PT Amman Mineral Internasional (AMMN) justru bergerak berlawanan arah dengan menguat 4,94%.

Selain itu, PT Merdeka Battery Materials (MBMA), PT Darma Henwa (DEWA), dan PT Barito Pacific (BRPT) juga mencatatkan koreksi cukup dalam pada perdagangan tersebut.

Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) masih menjadi saham dengan PBV paling rendah di antara 20 saham dalam kedua kelompok tersebut, yakni sebesar 0,38 kali.

Reporter: Ibtihal