INET Akuisisi SGI, Bidik Penguatan Infrastruktur Kabel Laut
JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan penyertaan modal untuk memperoleh 60 persen saham PT Sarana Global Indonesia (SGI). Nilai transaksi tersebut mencapai Rp280,4 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, transaksi tersebut merupakan transaksi material berdasarkan POJK nomor 17/POJK.04/2020. Transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan berdasarkan POJK Nomor 42/POJK.04/2020.
SGI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi (engineering, procurement, construction/EPC), serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif mengatakan, akuisisi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk membangun kapabilitas infrastruktur kabel laut yang terintegrasi, mulai dari perencanaan, konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan.
Akuisisi SGI memberikan INET kemampuan untuk membangun dan memelihara infrastruktur kabel laut dalam satu ekosistem usaha. Langkah ini sekaligus memperkuat kendali INET atas pelaksanaan proyek dan pemulihan gangguan pada jaringan.
Kapabilitas SGI juga melengkapi inisiatif INET dalam mengembangkan jaringan tulang punggung serat optik nasional sepanjang 21.800 km. Segmen bawah laut menjadi salah satu mata rantai penting dalam jaringan tersebut.
Selain itu, kontrak pemeliharaan multi-tahun yang dimiliki SGI memberikan arus kas yang stabil dan dapat diprediksi. Kondisi tersebut diharapkan dapat menyeimbangkan profil pendapatan INET.
Rekam jejak SGI dalam proyek kabel daya juga membuka peluang bagi INET untuk memperluas layanan ke segmen infrastruktur kabel listrik bawah laut.
Dari sisi infrastruktur nasional, kepemilikan armada berbendera Indonesia memenuhi asas cabotage dan mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan infrastruktur digital serta energi nasional.
Ia menyebut Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan infrastruktur kabel laut untuk menopang konektivitas digital.
“Indonesia adalah negara kepulauan, dan masa depan digital kita secara harfiah terletak di dasar laut. Melalui akuisisi SGI, INET memiliki kemampuan end-to-end untuk membangun, mengoperasikan, dan menjaga jaringan yang menghubungkan Indonesia. Akuisisi ini merupakan investasi untuk memperkuat kedaulatan konektivitas Indonesia,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Direktur SGI Bastian Sembiring mengatakan, pengalaman SGI selama lebih dari dua dekade dalam menggelar dan menjaga kabel di perairan Nusantara menjadi modal untuk mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya.
“Selama lebih dari dua dekade, tim SGI telah menggelar dan menjaga ribuan kilometer kabel di perairan Nusantara. Bergabung dengan INET memberi kami platform, modal, dan skala untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk pengembangan layanan kabel listrik bawah laut dan pasar regional,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Salah satu aset utama SGI adalah Pacific Guardian, kapal kabel khusus (purpose-built cable ship) yang dilengkapi ROV dengan kemampuan hingga kedalaman 2.500 meter.
Selain itu, SGI memiliki Nostag 10, yakni tongkang yang digunakan untuk penggelaran kabel.
Didirikan pada 2000 dan bertransformasi menjadi perusahaan EPC sejak 2010, SGI memiliki rekam jejak di segmen kabel laut domestik.
Rekam jejak SGI mencakup penggelaran jaringan Palapa Ring Barat sepanjang 1.744 kilometer (km), Palapa Ring Timur 2.071 km, Perluasan Palapa Ring Timur 1.247 km, Sabang-Lhokseumawe-Medan 625 km, Aceh-Sibolga-Batam-Larantuka 769 km, serta Luwuk-Tutuyan 342 km.
Di segmen kabel listrik bawah laut, SGI telah mengerjakan pemasangan kabel daya PLN-WIKA sepanjang 36 km yang terdiri dari tiga sirkuit.
SGI juga terlibat dalam proyek interkoneksi Singapura-Malaysia, serta pekerjaan pemulihan dan perbaikan sirkuit pada 2023-2025.
Selain penggelaran kabel, SGI memiliki kontrak pemeliharaan jangka panjang dengan sejumlah perusahaan.
Kontrak tersebut antara lain dengan PT Palapa Timur Telematika selama 15 tahun sejak 2019 yang mencakup 4.571 km jaringan Palapa Ring Timur, PT Len Telekomunikasi Indonesia untuk Palapa Ring Tengah sepanjang 1.807 km, serta PT Mora Telematika Indonesia untuk jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo.
Kontrak pemeliharaan jangka panjang yang sedang berjalan mencakup Palapa Ring Timur, Palapa Ring Tengah, serta jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo. Kontrak tersebut memberikan basis pendapatan berulang bagi SGI.
Dari sisi armada dan fasilitas, SGI memiliki kapal kabel khusus Pacific Guardian dengan panjang 115,6 meter, bobot 6.133 GT, serta dilengkapi remotely operated vehicle (ROV) yang memiliki kemampuan hingga kedalaman 2.500 meter.
SGI juga memiliki tongkang penggelar kabel Nostag 10 dengan ukuran 92 meter x 28 meter dan bobot 4.212 GT. Kedua armada tersebut berbendera Indonesia.
Selain itu, SGI memiliki gudang kabel seluas 1.000 meter persegi dengan kapasitas tangki mencapai 200 km di Kupang.