7 Langkah Selamat dari Kecelakaan Kapal Laut

Penulis: Redaksi
Jumat, 18 September 2026 | 11:17:00 WIB

INSIDERINDONESIA.COM — Dua insiden laut yang terjadi hampir bersamaan—KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa dan hilangnya lima jurnalis di Selat Sunda—mengingatkan bahwa risiko perjalanan laut nyata. Sebelum berangkat, ada tujuh langkah keselamatan yang sebaiknya penumpang pahami agar tetap tenang saat situasi darurat muncul.

KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9). Insiden lain datang dari perairan Selat Sunda, tempat lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dua kejadian yang berdekatan itu cukup jadi pengingat. Cuaca buruk dan gelombang tinggi bukan skenario film—penumpang kapal laut perlu tahu apa yang harus dilakukan sebelum hal terburuk terjadi.

1. Tetap Tenang dan Ikuti Arahan Awak Kapal

Saat kondisi laut memburuk, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik. Dengarkan setiap pengumuman dari nakhoda maupun awak kapal.

Kalau diminta evakuasi atau meninggalkan kapal, ikuti prosedur yang diarahkan. Jangan ambil tindakan sendiri di luar instruksi.

2. Ketahui Lokasi Alat Keselamatan

Sebelum atau selama perjalanan, cari tahu posisi perlengkapan keselamatan di kapal. Jaket pelampung jadi yang paling utama.

Basarnas dalam materi edukasinya juga menyebut life raft atau rakit penolong sebagai sarana penyelamatan yang dipakai saat proses evakuasi di laut.

3. Pakai Jaket Pelampung Sesuai Arahan

Begitu awak kapal meminta penumpang mengenakan jaket pelampung, segera pakai dan pastikan terpasang benar serta kencang.

Jangan lepas jaket meski merasa sudah di tempat aman. Kondisi laut bisa berubah cepat dan situasi darurat dapat terulang.

4. Jangan Berebut Saat Evakuasi

Reaksi panik sering membuat orang berebut menuju satu titik yang sama. Ikuti jalur evakuasi dan arahan awak kapal supaya proses penyelamatan berjalan tertib.

Awak kapal tahu persis lokasi dan cara pakai perlengkapan keselamatan. Instruksi mereka jadi acuan utama selama evakuasi berlangsung.

5. Kenali Jalur Evakuasi Sejak Awal

Perhatikan informasi keselamatan yang diberikan awak kapal, baik sebelum berangkat maupun selama perjalanan. Mengetahui jalur keluar dan posisi perlengkapan membuat penumpang lebih terarah saat kondisi darurat.

6. Tetap Bersama Kelompok

Kalau sudah berada di laut, jangan berenang sendirian. Orang yang berenang sendiri jauh lebih sulit ditemukan tim penyelamat.

Gunakan alat komunikasi atau perangkat penanda darurat yang tersedia. Tapi hindari pemakaian berlebihan supaya baterai tidak cepat habis.

7. Jangan Kembali ke Kapal

Kapal yang masih terlihat mengapung belum tentu aman dinaiki lagi. Masalah keseimbangan, kebocoran, atau kerusakan lain bisa muncul sewaktu-waktu.

Sebaiknya tunggu instruksi resmi dari awak kapal sebelum kembali ke atas kapal.

Tujuh langkah itu sederhana, tapi sering terlupakan saat panik melanda. Mengetahui posisi jaket pelampung dan jalur evakuasi sejak awal bisa jadi pembeda antara selamat dan tidak.

Reporter: Redaksi