Analis Beri Rekomendasi Trading Buy untuk Saham CUAN dan MAPA

Ilustrasi aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dengan CUAN, INDF dan MAPA masuk radar teknikal analis (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 18 September 2026 | 22:31:47 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menghentikan penurunan dalam enam sesi perdagangan berturut-turut setelah ditutup menguat 25,5 poin atau 0,40% ke level 6.462,43 pada akhir perdagangan Kamis (17/9/2026).

Untuk perdagangan hari ini (18/9/2026), sejumlah analis memberikan rekomendasi saham pilihan berdasarkan analisis teknikal. Berikut ulasannya:

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

Sinyal pembalikan arah mulai terlihat pada saham CUAN seiring terbentuknya pola inverted hammer. Indikator RSI tercatat menguat, sedangkan Stochastic telah berada di area oversold dan didukung peningkatan volume perdagangan. Investor dapat melakukan entry buy apabila harga berhasil menembus (breakout) level Rp 955.

  • Rekomendasi: Trading buy
  • Support: Rp 845
  • Resistance: Rp 1.065
  • BCA Sekuritas, Achmad Yaki

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Saham INDF kembali menguji area support jangka panjang di level Rp 7.100 atau garis MA50. Indikator RSI bergerak melemah, sejalan dengan MACD yang menunjukkan adanya penurunan tren.

Strategi speculative buy dapat dilakukan dengan membidik peluang technical rebound menuju area resistance Rp 7.400. Investor disarankan membatasi risiko apabila harga mengalami breakdown support Rp 7.000.

  • Rekomendasi: Speculative buy
  • Support: Rp 7.000
  • Resistance: Rp 7.400
  • Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi

PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

Penguatan saham MAPA berhasil menembus garis MA200 dan pergerakannya masih didominasi volume pembelian yang solid. Indikator MACD masih melandai di zona positif, sementara Stochastic telah membentuk pola golden cross menuju area netral.

Analis merekomendasikan strategi trading buy untuk saham MAPA.

  • Rekomendasi: Trading buy
  • Support: Rp 655
  • Resistance: Rp 680

MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana

Reporter: Ibtihal