KTO Pertemukan 26 Pelaku Wisata Korea dengan 85 Agen Perjalanan RI

KTO Pertemukan 26 Pelaku Wisata Korea dengan 85 Agen Perjalanan RI
Penulis: Erik Handoko
Sabtu, 19 September 2026 | 12:43:00 WIB

INSIDERINDONESIA.COM — Korea Tourism Organization Jakarta mempertemukan 26 pelaku industri pariwisata Korea dengan 85 agen perjalanan Indonesia dalam Korea TravelMart 2026. Pertemuan berlangsung 18-20 September di Raffles Jakarta untuk membuka peluang kerja sama produk wisata. Kegiatan digelar saat kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea menembus 259.491 orang pada Januari-Juli 2026.

Direktur KTO Jakarta Kim Jisun menyatakan pertemuan langsung antara kedua pihak menjadi kunci pengembangan produk perjalanan. Menurut dia, forum itu membuka peluang kerja sama baru bagi agen perjalanan Indonesia.

"Korea TravelMart 2026 menjadi kesempatan bagi industri pariwisata Korea dan agensi perjalanan Indonesia untuk bertemu secara langsung. Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memberikan lebih banyak pilihan produk perjalanan bagi wisatawan Indonesia," ujar Kim Jisun dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pasar Indonesia Tembus 259.491 Kunjungan pada Januari-Juli 2026

Kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea pada periode Januari hingga Juli 2026 mencapai 259.491 orang. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai pasar wisatawan terbesar ketiga di kawasan ASEAN untuk periode tersebut.

Sepanjang 2025, tercatat 365.596 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea. Posisi Indonesia saat itu merupakan pasar terbesar keempat di ASEAN.

KTO menargetkan 425.000 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea sepanjang 2026. Target itu dipasang di tengah tren kunjungan yang terus naik pada paruh pertama tahun ini.

Enam Tema Wisata Jadi Fokus Produk 2026

Pelaku industri Korea yang hadir mewakili sejumlah sektor, mulai dari agen perjalanan, kelompok pertunjukan, perhotelan, perusahaan rintisan, hingga organisasi pariwisata daerah. Keragaman sektor itu disiapkan agar agen perjalanan Indonesia mendapat pilihan produk yang lebih luas.

KTO memperkenalkan sejumlah tema wisata Korea sepanjang 2026, seperti Hallyu, pariwisata ramah Muslim, wisata medis dan kebugaran, wisata edukasi, serta wisata MICE. Tema-tema itu dibahas dalam sesi pertemuan antarpelaku usaha.

Menurut Kim Jisun, variasi produk diharapkan mendorong agen perjalanan menyusun itinerary yang tidak hanya bergantung pada destinasi populer. Pengalaman budaya, K-content, wellness, edukasi, hingga perjalanan bisnis dan incentive masuk dalam cakupan yang ditawarkan.

"Kami berharap semakin beragamnya produk yang diperkenalkan dapat membantu travel agent mengembangkan itinerary yang lebih bervariasi, tidak hanya dengan mengandalkan destinasi populer, tetapi juga pengalaman budaya, K-content, wellness, edukasi, hingga perjalanan bisnis dan incentive," kata Kim Jisun.

Gala Night Jadi Ajang Jejaring Kedua Pihak

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Gala Night yang menjadi ajang jejaring pelaku industri pariwisata Korea dan Indonesia. Acara itu juga diisi pertunjukan seni dan musik.

Melalui Korea TravelMart 2026, KTO Jakarta berupaya memperkuat hubungan bisnis antara industri pariwisata kedua negara. Pertemuan itu sekaligus membuka peluang pengembangan produk wisata Korea di pasar Indonesia.

Reporter: Erik Handoko