Kelalaian Masinis Picu Tabrakan Tiga Kereta di Inggris, 112 Tewas

Kelalaian Masinis Picu Tabrakan Tiga Kereta di Inggris, 112 Tewas
Penulis: Cinta Amalia
Sabtu, 19 September 2026 | 15:18:00 WIB

INSIDERINDONESIA.COM — Sebanyak 112 orang tewas dan 157 lainnya luka berat dalam tabrakan beruntun tiga kereta di Stasiun Harrow and Wealdstone, Inggris, pada 8 Oktober 1952. Seluruh rangkaian kecelakaan itu berlangsung hanya dalam hitungan detik, dipicu kelalaian masinis yang melanggar sinyal bahaya di tengah kabut tebal.

Laporan investigasi Ministry of Transport mengungkap bahwa kecelakaan bermula saat kereta penumpang lokal jurusan Tring–Euston berhenti di peron Nomor 4 jalur Up Fast untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Kereta Ekspres Perth yang melaju 50–60 mil per jam dari arah berlawanan melanggar satu sinyal peringatan dan dua sinyal berhenti.

Kereta ekspres itu menabrak bagian belakang kereta lokal yang tengah berhenti. Benturan pertama melempar puing dan lokomotif ke jalur berlawanan, Down Fast.

Rangkaian Tabrakan Hanya Berselang Satu hingga Dua Detik

Kereta Ekspres Liverpool jurusan Euston–Liverpool/Manchester melaju mendekati 60 mil per jam dari arah seberang. Kereta itu menabrak puing lokomotif kereta Perth hanya satu atau dua detik setelah benturan pertama.

Petugas sinyal sempat berupaya mengubah sinyal jalur Down Fast menjadi bahaya. Jarak kereta sudah terlalu dekat sehingga tabrakan kedua tak terhindarkan.

Korban tewas mencapai 112 orang. Sebanyak 157 orang mengalami luka dan dirawat di rumah sakit, sementara 183 lainnya menderita luka ringan atau syok.

Masinis Abaikan Sinyal, Peralatan Dinyatakan Berfungsi Normal

Penyelidikan menemukan masinis Kereta Ekspres Perth tidak mampu mengurangi kecepatan sesuai sinyal peringatan. Kereta melewati sinyal Outer Home dan Inner Home yang berada dalam posisi bahaya.

Kabut tebal yang tidak merata di sepanjang jalur memperburuk jarak pandang masinis. Kondisi itu membuat masinis terlambat merespons isyarat persinyalan yang sudah diberikan.

Penyelidikan teknis justru membuktikan seluruh peralatan persinyalan, sistem penguncian mekanis, dan sirkuit listrik berfungsi baik. Tidak ada kegagalan teknis sebelum benturan terjadi.

Temuan itu mengarahkan kesimpulan pada faktor manusia sebagai penyebab utama. Hingga laporan investigasi rampung, tidak ada indikasi kerusakan infrastruktur yang berkontribusi pada tragedi tersebut.

Reporter: Cinta Amalia