Breaking

Harga Beras Medium Naik 4 Bulan dan Premium Melonjak sejak Maret 2026

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 22 Juli 2026
Harga Beras Medium Naik 4 Bulan dan Premium Melonjak sejak Maret 2026
Ilustrasi Beras (sumber foto : NET)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa harga beras medium terus menunjukkan tren kenaikan selama empat bulan beruntun, sedangkan harga beras premium telah merangkak naik sejak Maret 2026.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa kecenderungan kenaikan harga tersebut melanda seluruh kategori beras.

Peningkatan harga beras tidak hanya berlangsung pada Juli, tetapi telah terjadi secara bertahap dalam kurun empat bulan terakhir.

Usai sempat berada dalam kondisi relatif stabil pada awal 2026, harga komoditas beras medium dan premium mulai berangsur naik sejak April 2026 serta terus meningkat sampai Juli.

Secara umum, nominal harga beras medium hingga pekan ketiga Juli 2026 terkerek 0,42% dibandingkan Juni 2026 menjadi Rp14.477 per kilogram secara nasional.

“Kalau kami pilah menjadi dua yaitu beras medium dan beras premium, keduanya mengalami peningkatan. Untuk beras medium, meningkat 0,42%. Peningkatan tersebut mulai terjadi pada bulan April, Mei, Juni, sampai dengan bulan Juli. Jadi 4 bulan berturut-turut mengalami kenaikan untuk beras medium,” kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 di YouTube Kemendagri RI sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di lain pihak, lonjakan harga beras premium sudah berlangsung lebih awal yakni sejak Maret 2026. Memasuki pekan ketiga Juli, rerata harga beras premium merangkak lagi sebesar 0,42% menjadi Rp16.313 per kilogram.

“Beras premium bahkan terjadi kenaikannya sejak bulan Maret. Di bulan Maret sampai dengan bulan Juli mengalami penaikan, saat ini pada kondisi sampai dengan minggu ketiga bulan Juli beras premium naik 0,42% dengan posisi harga pada Rp16.313 [per kilogram],” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ateng menyebutkan lonjakan harga beras kian tersebar di berbagai kawasan. Sampai pekan ketiga Juli 2026, wilayah kabupaten/kota yang mencatatkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras mengalami penambahan ketimbang pekan sebelumnya.

Pada pekan keempat Juni 2026, terdapat 139 kabupaten/kota yang terdampak kenaikan IPH beras. Angka tersebut sempat menyusut menjadi 113 kabupaten/kota pada pekan pertama Juli 2026.

Kendati demikian, tren kenaikan kembali meluas pada pekan-pekan berikutnya, yaitu 128 kabupaten/kota pada pekan kedua Juli 2026 serta melonjak lagi hingga 144 kabupaten/kota pada pekan ketiga Juli 2026.

Bila ditinjau secara provinsi, Aceh menjadi daerah dengan kenaikan IPH beras tertinggi untuk seluruh kualitas yang menyentuh 2%, disusul Sulawesi Tengah 1,86%, Papua 1,31%, serta Kalimantan Timur 1,19%.

Pada skala kabupaten/kota, beberapa area tercatat mengalami lonjakan harga beras lebih tinggi dibanding wilayah lain. Kota Langsa menjadi wilayah dengan kenaikan IPH beras paling tinggi yaitu 8,07%, disusul Kabupaten Sarmi sebesar 5,54%, Kabupaten Supiori 5,08%, serta Kabupaten Aceh Barat Daya dan Kabupaten Aceh Timur masing-masing 5,06% dan 5,01%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua