Breaking

CPO Menguat ke 4.705 Ringgit per Ton, India Jadi Penopang

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 23 Juli 2026
CPO Menguat ke 4.705 Ringgit per Ton, India Jadi Penopang
Ilustrasi harga minyak sawit mentah (CPO) naik ke 4.705 ringgit per ton pada 23 Juli 2026.(sumber foto: NET)

JAKARTA - Harga minyak sawit mentah (CPO) Kamis (23/7/2026) menguat didorong kombinasi sentimen positif mulai dari risiko El Nino, prospek penurunan produksi, hingga meningkatnya permintaan biodiesel di tengah konflik Timur Tengah.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,80 persen menjadi 4.705 ringgit per metrik ton pada pukul 15.19 WIB.

Direktur The Farm Trade Kuala Lumpur, Sandeep Singh, mengatakan pelaku pasar tengah mendorong harga menembus level resistance seiring menguatnya sejumlah faktor fundamental.

“Dukungan datang dari risiko El Nino yang mulai membayang, ekspektasi penurunan produksi pada kuartal IV 2026 hingga semester I 2027, prospek peningkatan permintaan biodiesel akibat ketegangan di Timur Tengah, serta potensi kenaikan permintaan dari India menjelang musim festival,” ujar Singh.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,72 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak 2,63 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga menguat 0,84 persen.

Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar global.

Managing Partner GGN Research, Rajesh Patel, mengatakan impor minyak nabati India pada Juli diperkirakan melonjak 54 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 750.000 ton, level tertinggi dalam lima bulan.

Sementara itu, Malaysian Palm Oil Council memperkirakan harga CPO Malaysia bergerak di kisaran 4.400–4.650 ringgit per metrik ton sepanjang Agustus.

Kenaikan harga minyak sawit juga mendapat dorongan dari reli harga minyak mentah dunia. Harga minyak global naik lebih dari 1,5 persen ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan, sehingga meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan harga CPO dan minyak nabati, bukan rekomendasi investasi. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku pasar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua