Harga CPO Cetak Rekor RM4.977 per Ton Akibat B50 dan El Nino
JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali bergerak naik hingga menyentuh angka tertinggi dalam rentang waktu kurang lebih 20 bulan. Peningkatan reli harga ini utamanya disokong oleh tingginya lonjakan permintaan bahan bakar nabati, penerapan kebijakan mandatori B50 di Indonesia, serta bayang-bayang risiko gangguan pada tingkat produksi akibat dampak fenomena El Niño.
Berdasarkan pergerakan di Bursa Malaysia Derivatives, harga kontrak berjangka CPO sempat mengalami lonjakan sebesar 1 persen hingga menyentuh angka RM4.977 per ton. Fenomena El Niño sendiri berisiko memicu iklim yang jauh lebih kering di area Asia Tenggara, yang bila terjadi secara berkelanjutan dapat mengganggu produktivitas lahan dan produksi minyak sawit.
"Prospek cuaca yang kurang mendukung mendorong pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia," kata Head of Treasury and Markets Prime EcoHarvest Commodities, Budiman Suwardi sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain itu, lonjakan pada komoditas pangan turut mengerek naik harga CPO yang berpotensi memicu tekanan terhadap inflasi pangan global. Hambatan pada jalur perdagangan komoditas di kawasan Laut Hitam juga memberikan dorongan sentimen tambahan yang memperkuat permintaan minyak sawit di tengah ketidakpastian pasokan.
Meski begitu, penguatan nilai mata uang Ringgit serta pergerakan harga minyak kedelai diperkirakan masih menjadi faktor penahan dari laju reli CPO lebih lanjut.