Breaking

Harga CPO Cetak Rekor Tertinggi, Terkatrol Geopolitik dan Risiko El Nino

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 27 Agustus 2026
Harga CPO Cetak Rekor Tertinggi, Terkatrol Geopolitik dan Risiko El Nino
Ilustrasi CPO (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sedang mengalami lonjakan pada beberapa waktu belakangan. Bahkan, harga CPO sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) dalam 20 bulan terakhir.

Kompartemen Hubungan Stakeholders Bidang Sustainability Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Agam Fatchurrochman menyampaikan bahwa kondisi ini dipicu sejumlah faktor, termasuk gejolak geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Di samping itu, kebijakan B50 dari dalam negeri turut mendorong pergerakan harga CPO di pasar nasional maupun global.

Proyeksi berkurangnya volume kelapa sawit juga ikut memicu kenaikan harga CPO. "Kekhawatiran terhadap penurunan produksi sawit Indonesia dan di Malaysia terutama," kata Agam Fatchurrochman ketika ditemui di Jakarta pekan lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai catatan, pada Kamis (20/8/2026), harga CPO berjangka Malaysia kontrak November 2026 mengalami penguatan sekitar 0,7 persen menjadi 4.927 ringgit Malaysia per ton. Agam Fatchurrochman menerangkan bahwa pengaruh fenomena alam ekstrem El Nino umumnya baru berimbas pada produk CPO sekitar enam bulan mendatang.

Sejalan dengan hal tersebut, El Nino yang diprediksi membawa kemarau panjang turut menimbulkan keprihatinan atas potensi munculnya kebakaran hutan. "Kebakaran itu kan (menimbulkan) kabut asap, sehingga penyinaran terhadap tumbuhan itu terganggu, tanaman juga bisa terjadi kebakaran," imbuh Agam Fatchurrochman sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Agam Fatchurrochman mengungkapkan bahwa para anggota Gapki pada dasarnya terus menjaga agar dampak fenomena El Nino tidak mengganggu pertumbuhan pohon kelapa sawit di lingkup perusahaan. "Tapi yang jadi masalah masih ada pembukaan-pembukaan lahan yang dilakukan oleh pihak lain gitu, terutama untuk pertanian tradisional. Itu yang mengakibatkan kebakaran ini," ucap Agam Fatchurrochman sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Agam Fatchurrochman menyebutkan bahwa pihaknya sedang mengedukasi masyarakat agar menghindari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Di samping itu, pihak Gapki telah memberikan insentif kepada kelompok tani peduli api guna mendukung kerja tim pemadam kebakaran.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua