IHSG Dibuka Menguat 0,56 Persen Didukung Bursa Global Positif
JAKARTA – IHSG ditutup melemah 0,06 persen atau 4,16 poin ke 6.595,77 pada Rabu (2/9/2026). Indeks sempat dibuka di 6.625,39 dan menyentuh level tertinggi 6.629,54.
Sebanyak 282 saham menguat, 321 saham turun, dan 186 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.550,31 triliun.
Saham big caps yang masih mencatat kenaikan antara lain:
- DCII naik 4,08 persen ke Rp200.050
- DSSA naik 2,64 persen ke Rp1.165
- BBCA naik 1,14 persen ke Rp6.675
- TPIA naik 1 persen ke Rp2.020
Sementara BMRI turun 0,93 persen ke Rp4.360.
Tekanan IHSG dipicu sentimen konflik Timur Tengah yang memengaruhi Wall Street dan harga minyak dunia. Dari dalam negeri, pasar merespons pengangkatan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031.
Analis teknikal Reza Diofanda memperkirakan IHSG berpotensi pullback setelah mendekati resistance. Support berada di 6.500–6.550, sedangkan resistance di 6.650–6.799. “Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, struktur bullish jangka pendek masih terjaga dan peluang untuk kembali menguji area resistance tetap terbuka,” kata Reza sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harga komoditas juga menjadi katalis. Brent berada di atas US$94 per barel dan CPO sekitar MYR4.950 per ton, menopang saham energi dan CPO. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI masih menjadi penopang indeks dengan nilai transaksi Rp16,82 triliun.
Pada Kamis (3/9/2026), IHSG dibuka menguat 0,56 persen ke 6.632,83. Sesi I ditutup naik 1,03 persen ke 6.663 dengan volume 22,48 miliar saham senilai Rp9,93 triliun. Sebanyak 438 saham menguat, 223 melemah, dan 302 stagnan.
Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase upward trajectory.
“Sentimen IHSG pada perdagangan Kamis, 3 September 2026 diproyeksikan variatif dengan kecenderungan menguat, memanfaatkan katalis positif dari bursa global serta stabilisasi pasar komoditas,” kata Nafan sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia mencatat kenaikan harga batu bara mendongkrak saham PTBA naik 6,3 persen, AADI tumbuh 5,6 persen, dan BUMI naik 2,9 persen. Nafan memperkirakan IHSG bergerak di area support 6.552–6.453 dan resistance 6.695–6.780.
Pada penutupan Kamis sore, IHSG menguat 1,09 persen atau 72,11 poin ke 6.667,89. Sebanyak 415 saham menguat, 228 melemah, dan 320 stagnan. Saham big caps yang naik antara lain BBCA 1,50 persen ke Rp6.775, BBRI 0,59 persen ke Rp3.410, DCII 0,47 persen ke Rp201.000, BYAN 0,91 persen ke Rp13.825, BMRI 2,29 persen ke Rp4.460, AMMN 3,75 persen ke Rp4.430, DSSA 1,72 persen ke Rp1.185, dan ASII 4,34 persen ke Rp5.050