Breaking

Obligasi Asia Dilepas Investor Asing Pasar Indonesia Justru Masuk US$1 3 Miliar

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 19 September 2026
Obligasi Asia Dilepas Investor Asing Pasar Indonesia Justru Masuk US$1 3 Miliar
Ilustrasi investor asing (FOTO : NET)

JAKARTA – Investor asing mulai mengurangi kepemilikan obligasi di beberapa negara Asia pada Agustus 2026. Kondisi ini terjadi di tengah aksi jual pasar obligasi global dan perkiraan bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu lebih lama.

Berdasarkan data regulator dan asosiasi pasar obligasi, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) obligasi sebesar US$457 juta di Korea Selatan, Malaysia, India, Indonesia, serta Thailand. Hal tersebut menjadi arus keluar dana pertama setelah terjadi pembelian bersih selama empat bulan berturut-turut.

Pasar obligasi Amerika Serikat (AS), Jerman, hingga Jepang turut mengalami tekanan sepanjang Agustus. Peningkatan utang pemerintah dan kekhawatiran terkait inflasi mendorong biaya pinjaman jangka panjang di beberapa negara maju menyentuh level tertinggi dalam beberapa dekade.

Sentimen terhadap obligasi Asia juga terpengaruh oleh arah kebijakan bank sentral global. European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga menjadi 2,50% dari 2,25%, sementara Federal Reserve (The Fed) mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu sehingga berada di kisaran 3,75%-4,00%.

Kebijakan tersebut diambil ketika tekanan inflasi masih menjadi perhatian, salah satunya dipicu kenaikan biaya energi akibat perang Iran. Analis menilai, ekspektasi bank sentral utama dalam mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama mendorong investor mengurangi porsi pada surat utang negara berkembang.

Kekhawatiran soal peningkatan pasokan obligasi pemerintah di sejumlah negara maju turut menjadi faktor penekan minat terhadap aset pendapatan tetap di pasar negara berkembang.

Korea Selatan mencatatkan arus keluar dana terbesar pada Agustus. Investor asing melepas sekitar US$5,4 miliar obligasi Korea Selatan setelah sebelumnya mencatatkan pembelian bersih selama empat bulan berturut-turut.

Khoon Goh, head of Asia research di ANZ, menilai arus keluar itu kemungkinan berhubungan dengan aksi investor yang mulai mengurangi posisi yang dibangun menjelang masuknya obligasi Korea Selatan ke FTSE World Government Bond Index (WGBI).

“Hal ini kemungkinan mencerminkan sebagian aksi pelepasan posisi yang terakumulasi menjelang masuknya WGBI, yang telah mendorong arus masuk secara konsisten sepanjang tahun,” ujar Goh sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Thailand turut mencatat arus keluar asing selama tiga bulan berturut-turut. Investor asing mencatatkan penjualan bersih pada obligasi Thailand sebesar US$77 juta.

Di samping itu, investor asing juga melepas obligasi India senilai US$232 juta setelah sebelumnya mencatat pembelian bersih selama dua bulan berturut-turut.

Berbeda dari negara-negara tersebut, Malaysia dan Indonesia justru mencatatkan arus masuk dana asing.

Investor asing melakukan pembelian bersih obligasi Malaysia mencapai US$3,95 miliar. Adapun obligasi Indonesia mencatatkan pembelian bersih hingga US$1,3 miliar.

Arus masuk ini menandakan investor asing masih bersikap selektif dalam memilih pasar obligasi di wilayah Asia.

Pasar dengan tingkat imbal hasil relatif menarik serta fundamental domestik yang stabil tetap menjadi pilihan di tengah tekanan pasar obligasi global.

Oleh karena itu, meskipun terjadi aksi jual obligasi Asia secara keseluruhan pada Agustus, Indonesia tetap mampu mencatatkan aliran modal asing yang positif ke pasar surat utangnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua