Pertamina NRE Kejar Target PLTS KDKMP Pulau Sembur Rampung 2026
JAKARTA - Kolaborasi antara Pertamina New & Renewable Energy (NRE) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah mempercepat penuntasan fase kesatu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlokasi di Pulau Sembur Laut, Kepulauan Riau.
Melalui keterangan resminya di Jakarta pada Senin, Corporate Secretary Pertamina NRE Nur Hidayati menerangkan bahwa progres fisik dari pembangunan proyek PLTS KDKMP di Pulau Sembur kini telah menyentuh angka 80 persen.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80 persen. Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” ujar Nur Hidayati.
Penetapan Pulau Sembur sebagai titik pelaksanaan proyek ramah lingkungan ini didasari oleh pemenuhan beberapa standar krusial program KDKMP, di antaranya geliat ekonomi warga yang sudah aktif serta kelembagaan KDKMP yang telah terbentuk, namun kawasannya masih belum terjangkau oleh jaringan listrik.
Nur Hidayati memaparkan bahwa untuk fase perdana ini, pemasangan perangkat panel surya seutuhnya telah rampung, dan unit sistem baterai juga dipastikan sudah sampai di area pengerjaan proyek.
Pada fase awal tersebut, infrastruktur PLTS dipasang dengan kapasitas daya sebesar 400 kilo-watt peak (kWp) serta ditopang oleh perangkat baterai berkapasitas 600 kilo-watt hour (kWh).
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” ujarnya.
Nur Hidayati menguraikan lebih detail bahwa aktivitas di lapangan sekarang sedang dikonsentrasikan pada penuntasan jalur distribusi arus listrik, penyelarasan sistem baterai, sekaligus pendirian sarana penunjang yang meliputi ruang pendingin (cold storage) berkapasitas 5 ton serta mesin pembuat es (ice maker) berkapasitas 2 ton setiap harinya, di mana seluruh fasilitas ini kelak dioperasikan oleh KDKMP setempat.
Sarana-sarana penunjang ekonomi itu diproyeksikan dapat berfungsi secara menyeluruh pada triwulan III 2026 dan bakal memegang peranan vital dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang produktif lewat pemanfaatan energi bersih di Pulau Sembur.
Program yang diinisiasi lewat kemitraan Kemenkop dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina NRE ini merupakan pionir proyek PLTS dengan sistem pengelolaan berbasis koperasi di tanah air.
Sistem yang diimplementasikan memposisikan lembaga koperasi sebagai pemegang kendali utama dalam merawat aset energi sekaligus penggerak roda ekonomi warga, sehingga keuntungan yang didapat bisa dialirkan kembali bagi kemaslahatan para anggota serta masyarakat desa.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami berharap PLTS KDKMP Pulau Sembur dapat menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tidak hanya menghadirkan energi yang andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antar koperasi,” kata Nur Hidayati.