Kredit Properti Tembus Rp 1.690,8 Triliun pada Mei 2026

ILUSTRASI, Kredit properti mencapai Rp 1.690,8 triliun dengan pertumbuhan 17,2% yoy pada Mei 2026. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 24 Juni 2026 | 10:26:52 WIB

JAKARTA – Penyaluran kredit ke sektor properti masih berhasil mencatatkan pertumbuhan positif di level double digit jelang penghujung kuartal II-2026 ini, sejalan dengan kinerja positif kredit secara industri, meskipun pergerakannya agak melambat.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan secara tahunan (year-on-year/yoy) mampu melaju di angka 11,51% pada Mei 2026. Capaian ini meneruskan tren positif dari bulan April 2026 yang tumbuh sebesar 9,98% yoy.

Selaras dengan hal itu, laporan analisis uang beredar BI yang dirilis Selasa (23/6/2026) menunjukkan bahwa kredit properti sukses tumbuh sebesar 17,2% yoy dengan nilai mencapai Rp 1.690,8 triliun per Mei 2026. 

Kecepatan pertumbuhannya sedikit melandai setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 17,5% yoy pada bulan lalu.

Ditinjau dari segmentasinya, kredit real estate menjadi satu-satunya sektor yang berhasil mempercepat lajunya pada periode ini melalui catatan pertumbuhan 14,5% yoy dengan nilai Rp 272,5 triliun. Sebagai perbandingan, kredit real estate tumbuh sebesar 13,9% yoy pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) bersama dengan kredit konstruksi kompak gagal mempertahankan kecepatan pertumbuhannya. 

KPR dan KPA tercatat tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp 847,9 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang berada di angka 4,8% yoy. 

Sementara itu, kredit konstruksi tumbuh sebesar 44,6% yoy menjadi Rp 570,5 triliun, mengalami penurunan kecepatan dari pertumbuhan 46% yoy pada bulan lalu.

Padahal, jika dilihat dari jenisnya, kredit modal kerja secara industri di periode ini mampu tumbuh hingga 7,9% yoy menjadi Rp 3.702,5 triliun, melanjutkan kenaikan dari bulan sebelumnya yang sebesar 5,8% yoy. 

Begitu pula dengan kredit investasi yang sukses tumbuh 20,5% yoy menjadi Rp 2.673,4 triliun, bergerak lebih cepat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 18,4% yoy.

KPR Melambat Sejalan Kredit Konsumsi

Apabila diperhatikan lebih detail, penurunan kecepatan pertumbuhan pada KPR memang selaras dengan tren yang terjadi pada kredit konsumsi. 

Sektor kredit konsumsi terpantau hanya tumbuh sebesar 5,8% yoy menjadi Rp 2.383,1 triliun per Mei 2026, padahal pada bulan sebelumnya mampu tumbuh mencapai 6% yoy.

Bukan hanya KPR, kredit multiguna juga terlihat mengalami perlambatan dengan catatan pertumbuhan sebesar 8,2% yoy menjadi Rp 1.404,1 triliun, dari capaian pertumbuhan sebesar 8,5% yoy pada bulan sebelumnya. 

Kondisi yang lebih tertekan terjadi pada kredit kendaraan bermotor (KKB) yang masih mencatatkan koreksi hingga 9,4% yoy menjadi Rp 131,1 triliun pada periode ini, memperpanjang tren koreksi sebesar 9% yoy yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan