Breaking

Matahari Department Store Resmi Berganti Nama Jadi PT MDS Retailing Tbk

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 21 April 2026
Matahari Department Store Resmi Berganti Nama Jadi PT MDS Retailing Tbk
ILUSTRASI, Matahari Department Store

JAKARTA - Para pemegang saham PT Matahari Department Store Tbk sepakat melakukan transformasi identitas.

Langkah besar ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar beberapa waktu lalu.

Persetujuan ini menandai babak baru bagi emiten ritel fesyen terkemuka tersebut dalam peta persaingan bisnis nasional.

Transformasi Strategis Menjadi PT MDS Retailing Tbk

Rapat penting yang dihadiri mayoritas pemilik hak suara tersebut menetapkan perubahan nama perseroan.

Kini, nama resmi perusahaan berubah dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk.

Langkah ini dipandang sebagai upaya penyegaran merek agar tetap relevan di tengah dinamika pasar modern.

Perubahan identitas korporat ini diyakini akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan lini bisnis retail.

Hasil Voting RUPSLB dan Dukungan Pemegang Saham

Keputusan strategis mengenai pergantian nama ini tidak diambil secara sepihak melainkan melalui mekanisme voting.

Tercatat sebanyak 93,181 persen suara pemegang saham memberikan persetujuan penuh terhadap rencana perubahan nama tersebut.

Hanya sebagian kecil atau sekitar 116.226.738 saham yang menyatakan tidak setuju atas usulan direksi ini.

Selebihnya, sekitar 1.606.200 suara memilih abstain dalam pengambilan keputusan yang krusial bagi masa depan perusahaan.

Pembagian Dividen Tunai Tahun Buku 2025

Selain agenda pergantian nama, rapat juga menyepakati pembagian keuntungan kepada para investor setianya.

Manajemen telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp250 per lembar saham kepada seluruh pemegang saham.

Dividen ini bersumber dari perolehan laba bersih perusahaan sepanjang tahun buku yang berakhir Desember 2025.

Berdasarkan jadwal, pembayaran dividen ini direncanakan akan cair ke rekening pemegang saham pada Senin 4 Mei 2026.

Kinerja Keuangan dan Kondisi Laba Bersih Perseroan

Sepanjang tahun 2025, perusahaan tercatat membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp725,4 miliar.

Angka ini menunjukkan adanya koreksi dibandingkan capaian laba pada periode 2024 yang saat itu mencapai Rp827,7 miliar.

Penurunan laba sebesar 12,4 persen ini dipengaruhi oleh dinamika pasar ritel yang semakin kompetitif dan menantang.

Meskipun demikian, perusahaan tetap mampu menjaga kesehatan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya secara signifikan.

Target Ekspansi dan Rencana Bisnis Masa Depan

Transformasi menjadi MDS Retailing bukan sekadar mengganti nama di atas kertas dokumen hukum perusahaan saja.

Perubahan ini merupakan sinyal kuat bagi internal dunia usaha bahwa perusahaan siap melakukan diversifikasi operasional retail.

Target utamanya adalah memperluas pangsa pasar dan memperkuat penetrasi pada segmen gaya hidup masyarakat urban Indonesia.

Dengan fokus baru ini, perusahaan berharap dapat mencetak pertumbuhan kinerja yang lebih solid pada tahun mendatang.

Jadwal Pencatatan dan Hak Para Investor

Bagi para investor, tanggal pencatatan atau recording date menjadi sangat krusial untuk mendapatkan hak atas dividen.

Manajemen menetapkan Daftar Pemegang Saham yang berhak atas dividen tunai jatuh pada Senin 27 April 2026.

Proses administrasi ini dilakukan secara ketat sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seluruh tahapan administrasi hingga pembayaran akhir dipastikan berjalan transparan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik.

Struktur Permodalan dan Penurunan Modal Saham

RUPSLB juga menyepakati adanya langkah penarikan kembali sebagian saham yang telah dibeli kembali atau treasury stock.

Sebanyak 31 juta lembar saham treasury akan ditarik melalui mekanisme penurunan modal ditempatkan serta modal disetor.

Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan struktur permodalan agar nilai perusahaan di mata investor publik semakin kompetitif.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya efisiensi modal di tengah rencana jangka panjang MDS Retailing.

Optimisme Manajemen di Tengah Tantangan Ritel

Meskipun pendapatan bersih terkoreksi menjadi Rp5,78 triliun, manajemen tetap optimis menatap peluang bisnis di tahun ini.

Momentum besar seperti hari raya keagamaan diharapkan menjadi pendorong utama lonjakan penjualan pada kuartal pertama 2026.

Perusahaan terus berupaya melakukan efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas layanan dan variasi produk fesyen unggulan.

Inovasi berkelanjutan akan tetap menjadi kunci utama bagi MDS Retailing dalam mempertahankan dominasi di industri ritel.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua