Breaking

Kinerja April 2026: Laba BMRI Melesat 18,9 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 26 Mei 2026
Kinerja April 2026: Laba BMRI Melesat 18,9 Persen
ILUSTRASI, Gedung Bank Mandiri (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Bank Mandiri (BMRI) berhasil membukukan raihan laba bersih senilai Rp 18,1 triliun hingga April 2026. Perolehan tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 18,9% secara tahunan atau year on year (YoY).

Sejalan dengan kenaikan tersebut, jumlah aset bank dengan kode saham BMRI ini mampu menyentuh angka Rp 2.245 triliun secara bank only, alias meningkat 16,2% secara YoY dari posisi per April 2025 yang berada di angka Rp 1.933 triliun.

Fungsi intermediasi yang dijalankan Bank Mandiri sampai April 2026 juga dinilai berjalan dengan optimal. Penyaluran kredit perusahaan tercatat naik 18,5% YoY menjadi sebesar Rp 1.550 triliun, yang mana angka ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan di tanah air.

Dari total penyaluran tersebut, perluasan pembiayaan utamanya difokuskan pada sektor produktif, mulai dari pelaku usaha dengan skala besar hingga segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang bertindak sebagai roda penggerak ekonomi nasional.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan, pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem yang dijalankan secara terintegrasi di seluruh segmen bisnis.

”Bank Mandiri terus memperluas akses layanan finansial yang nyaman dan menyeluruh bagi masyarakat, sekaligus menjaga keunggulan berkelanjutan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (26/5/2026).

Torehan kinerja yang positif ini juga dilaporkan tidak lepas dari fokus usaha yang diterapkan oleh perseroan untuk memperkokoh peran sebagai penggerak ekonomi tanah air melalui penguatan ekosistem bisnis, pemberdayaan para pelaku UMKM, serta dukungan penuh pada sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) milik Bank Mandiri mengalami pertumbuhan sebesar 16,6% YoY menjadi Rp 1.650 triliun pada April 2026, naik dari raihan sebelumnya sebesar Rp 1.415 triliun pada April 2025.

Kenaikan jumlah DPK ini selaras dengan kondisi aktivitas ekonomi nasional yang masih terjaga dengan baik, di mana aplikasi Livin' by Mandiri serta Kopra by Mandiri memegang peran krusial sebagai motor penggerak untuk layanan transaksi dan pengelolaan keuangan di berbagai lini segmen.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Novita mengungkapkan, "Sinergi yang terintegrasi secara digital tersebut memungkinkan nasabah bertransaksi secara cepat, mudah, dan menyeluruh dalam satu ekosistem layanan keuangan."

Penerapan prinsip kehati-hatian secara disiplin dalam manajemen risiko menurut Novita, menjadi dasar yang kuat demi menjaga kualitas dari pertumbuhan bisnis perusahaan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Novita mengimbuhkan, "Diversifikasi sumber pendapatan dan disiplin pengelolaan risiko terus kami jaga untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah situasi yang menantang."

Untuk langkah ke depan, Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam melanjutkan akselerasi peran menjadi mitra strategis bagi pemerintah lewat pembiayaan berbagai program prioritas nasional.

Beberapa program tersebut di antaranya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan pada pembiayaan segmen UMKM, dukungan bagi sektor strategis dan program hilirisasi untuk mendorong terbukanya lapangan kerja baru serta menaikkan daya saing nasional, hingga pemberdayaan untuk koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata dari kontribusi Bank Mandiri dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dari sektor hulu hingga ke hilir, yang berimplikasi positif pada perluasan lapangan kerja sekaligus peningkatan ekonomi secara berkelanjutan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Novita menutup, "Bank Mandiri akan terus menghadirkan layanan finansial yang nyaman, andal, dan menyeluruh, serta memperkuat ekosistem yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional."

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua