TelkomGroup dan PNG DataCo Resmikan PUK-PUK 1 Perkuat Konektivitas
JAYAPURA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) telah meresmikan sistem kabel bawah laut yang dinamakan PUK-PUK 1 Cable System pada Jumat, 8 Mei 2026, berlokasi di Telkom Witel Jayapura, Kota Jayapura, Papua.
Dalam pengerjaan infrastruktur kabel laut ini, Telin menjalin kolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi asal Papua Nugini, PNG DataCo Limited, sebagai bentuk langkah strategis guna mengakselerasi konektivitas serta pemerataan jaringan digital di wilayah Indonesia bagian timur.
Stasiun pendaratan kabel (landing station) PUK-PUK 1 yang berada di Jayapura dikelola oleh TelkomGroup, di mana kabel tersebut tersambung menuju gerbang konektivitas jaringan Kumul Papua Nugini (PNG) dengan total panjang mencapai 850 km.
Rincian jalurnya meliputi Jayapura hingga perbatasan sepanjang 30 km (Indonesia), perbatasan Vanimo (PNG) sepanjang 50 km, dan perbatasan Madang (PNG) sepanjang 770 km. Melalui bentangan kabel ini, Indonesia mampu membuka akses jalur koneksi digital baru dari kawasan Asia-Pasifik menuju jaringan telekomunikasi global lainnya.
Selain itu, PUK-PUK 1 Cable System kedepannya diproyeksikan dapat menyalurkan kapasitas tambahan dari kabel internasional Asia Tenggara (SEA) ke Amerika Serikat (US) menuju provinsi-provinsi yang ada di Papua Nugini melalui wilayah Vanimo.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Wamen Komdigi RI) Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Plt.
CEO Telin Kharisma, CEO PNG DataCo Paul Komboi, Perwakilan Konsulat Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, serta Gubernur Kepala Daerah Papua yang diwakili oleh L. Christian Sohilait.
Wamen Komdigi RI Angga Raka memaparkan bahwa kehadiran PUK-PUK 1 Cable System ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pemerataan koneksi dan jaringan digital di tingkat nasional.
Infrastruktur ini sendiri sudah mulai beroperasi sejak bulan April 2026. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia berharap infrastruktur telekomunikasi bawah laut ini dapat memberi dampak positif kepada masyarakat karena membuka peluang ekonomi baru dan memperluas jangkauan UMKM Papua menuju pasar global.
Ia menambahkan bahwa aspek sinergi merupakan poin krusial dalam kolaborasi ini. Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, bersama pelaku industri wajib memprioritaskan infrastruktur telekomunikasi yang bermanfaat bagi publik.
PUK-PUK 1 Cable System pun menjadi bagian dari sepuluh poin program kerja prioritas nasional, khususnya dalam pembangunan infrastruktur digital dan konektivitas.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Jadi, pemerintah hadir untuk memberikan keleluasaan serta kenyamanan bagi sektor industri yang berdampak baik bagi ekonomi masyarakat," jelas Angga.
Bagi pihak TelkomGroup, peresmian proyek ini tidak sekadar menambah nilai inti perusahaan, namun juga memperkuat basis konektivitas digital di wilayah Asia Pasifik.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menjelaskan, PUK-PUK 1 Cable System membuka jalur alternatif konektivitas yang menjadikan infrastruktur digital Papua semakin tangguh sebab dibangun dengan konsep alternate diversity route yang menghubungkan wilayah Timur Indonesia ke jaringan global.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Keberhasilan konektivitas digital ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. TelkomGroup melalui Telin memiliki peran partnership dan dedikasi tinggi dalam mengembangkan PUK-PUK 1 Cable System," tegas Dian.
Perluas koneksi melalui Community Gateway Wamena
Di samping PUK-PUK 1 Cable System, TelkomGroup turut meresmikan Community Gateway Wamena sebagai upaya memeratakan konektivitas digital di Papua sekaligus menjadi hub distribusi layanan satelit di sana.
Kehadiran infrastruktur satelit yang dikembangkan oleh PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) ini sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas bandwidth internet di daerah-daerah yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan kabel serat optik.
Dian memaparkan bahwa Community Gateway Wamena merupakan pencapaian penting dalam proses transformasi digital di tanah air untuk menyediakan akses informasi digital yang merata hingga ke wilayah Papua Pegunungan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Community Gateway Wamena diharapkan bisa menjadi jembatan akses informasi yang juga bisa dipakai oleh semua masyarakat maupun pemerintah," kata Dian.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menyampaikan bahwa keberadaan Community Gateway Wamena membawa dampak signifikan bagi transformasi pembangunan di Papua, khususnya di daerah pegunungan.
Sebagai kawasan yang cukup dikenal di Pasifik, Papua memerlukan penguatan akses informasi digital guna memicu kolaborasi lintas wilayah dan negara.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pembangunan Community Gateway adalah sebuah gerakan sosial bahwa ekonomi yang lebih inklusif. Bagaimana kami promosi wisata, potensi kopi yang bisa dipromosikan secara digital. Ada juga kampung-kampung wisata dan berbagai banyak hal yang potensial dari Papua Pegunungan," tutur Velix.
Sebelum proyek di Wamena, TelkomGroup melalui Telkomsat sudah lebih dulu membangun Community Gateway Merauke yang diresmikan pada Desember 2025, yang menjadikannya sebagai gateway satelit pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.
Mengingat kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, Dian menekankan bahwa TelkomGroup menawarkan solusi teknologi satelit sebagai langkah strategis untuk menjangkau area yang belum tersentuh jaringan terestrial.
Layanan satelit ini diproyeksikan menjadi penopang konektivitas di daerah terpencil guna mendukung berbagai sektor mulai dari pendidikan digital, ekonomi rakyat, layanan kesehatan telemedicine, hingga penguatan digitalisasi pada layanan pemerintahan.