Breaking

Saham MAPI Diakuisisi 11,8 Triliun Rupiah, Target Harga Rp1.650

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 12 Mei 2026
Saham MAPI Diakuisisi 11,8 Triliun Rupiah, Target Harga Rp1.650
ILUSTRASI, Konsumen belanja di gerai Sports milik PT MAP (Sumber Gambar : insight.kontan.co.id)

JAKARTA – PT Mitra Adiperkasa (MAPI) kini tengah menjadi pusat perhatian pasar modal setelah Pacific Universal Investments Pte. Ltd. secara resmi melakukan akuisisi terhadap 51 persen saham perseroan dengan nilai mencapai Rp11,81 triliun. 

Kabar ini menjadi poin krusial bagi para investor lantaran disertai dengan rencana mandatory tender offer (MTO) pada harga Rp1.550 per saham, yang bertepatan dengan tren pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026.

Dalam laporan riset yang dirilis pada 11 Mei 2026, Ciptadana Sekuritas Asia menegaskan untuk tetap mempertahankan rekomendasi “buy” bagi saham MAPI dengan target harga di angka Rp1.650. 

Berdasarkan analisis mereka, adanya penawaran tender wajib sebesar Rp1.550 per saham memiliki potensi untuk menjadi penyokong sentimen dalam jangka pendek. 

Sementara itu, masuknya CVC dianggap sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek bisnis MAPI pada jangka menengah. MAPI sendiri merupakan emiten yang bergerak di sektor ritel gaya hidup, olahraga, toko serba ada, kafe, hingga restoran.

Merujuk pada data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pacific Universal menyelesaikan akuisisi 8,5 miliar saham atau sekitar 51% saham MAPI dari PT Satya Mulia Gema Gemilang pada harga Rp1.395 per saham. 

Struktur transaksi juga melibatkan CVC Capital Partners melalui Samudra (Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd. sesuai ketentuan POJK No. 9/2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka."

Mengenai capaian kinerja pada kuartal I 2026, MAPI berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp12,3 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 32,2% jika dibandingkan secara tahunan. 

Perolehan laba bersih juga terkerek naik 33% menjadi Rp628 miliar, sementara EBIT menguat 36,7% ke posisi Rp1,05 triliun yang disokong oleh langkah ekspansi gerai serta daya beli konsumen premium yang tetap terjaga.

Namun, margin laba kotor tercatat mengalami penurunan ke level 39,7% dari posisi sebelumnya yang sebesar 43,9%. Ciptadana dalam risetnya menilai bahwa tekanan pada margin tersebut dipicu oleh efek pelemahan nilai tukar terhadap barang-barang impor serta masifnya kegiatan promosi pada segmen premium.

Dari sisi valuasi, Ciptadana mencatat bahwa price to earnings ratio (PER) MAPI berada di level 10,2 kali dengan price to book value (PBV) sekitar 1,5 kali. Angka tersebut dinilai mendekati level pada masa pandemi, dengan rasio net debt to EBITDA yang terjaga di kisaran 0,6 kali.

Aksi akuisisi oleh Pacific Universal bersama CVC Capital Partners ini menjadi salah satu manuver korporasi terbesar di industri ritel tanah air pada tahun 2026. 

Meskipun fundamental operasional perseroan menunjukkan pertumbuhan melalui peningkatan pendapatan dan laba, para investor tetap perlu mencermati tekanan pada margin laba kotor yang disebabkan oleh faktor kurs dan biaya promosi untuk periode selanjutnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua