Breaking

Pengolahan Lanjut Nikel dan Batu Bara Memperluas Pasar IPCM

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 12 Mei 2026
Pengolahan Lanjut Nikel dan Batu Bara Memperluas Pasar IPCM
Kapal Logistik (Sumber Gambar : nobelriggindo.co.id)

JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) beserta induk usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim, menyatakan komitmen mereka dalam memperkokoh dukungan terhadap program hilirisasi nasional melalui penyediaan layanan transhipment serta transportasi laut bagi komoditas strategis, mencakup nikel, tembaga, hingga batu bara.

Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara selaku Direktur Strategi dan Komersial SPJM menjelaskan bahwa kolaborasi bersama IPCM adalah tindakan konkret agar Pelindo Jasa Maritim dapat berkontribusi aktif dalam menyukseskan agenda hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, beliau menyatakan, “Sinergi dengan IPCM merupakan langkah nyata untuk memastikan Pelindo Jasa Maritim berperan aktif dalam mendukung program hilirisasi pemerintah. 

Kami siap memperkuat layanan maritim yang terintegrasi, sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dengan BUMN pemilik proyek.”

Lewat kerja sama ini, IPCM dan SPJM mengoptimalkan layanan angkutan laut, tunda-pandu, sampai dengan manajemen terminal khusus. Perusahaan juga membuka potensi kemitraan dengan BUMN yang memegang proyek hilirisasi demi memperkuat rantai logistik mineral dan energi nasional. 

Saat ini, IPCM telah melayani kapal kargo untuk komoditas energi serta mineral di berbagai titik strategis. Di sektor batu bara, pelayanan mencakup seluruh BUP Pelindo Regional 2, Meulaboh, PT MBP milik Alamtri Group, hingga TUKS PT Bukit Asam Tbk. (PTBA). 

Untuk layanan LNG, operasi dilakukan pada terminal khusus PT Jawa Satu Power, PT Nusantara Regas, dan PT PGN LNG Indonesia. Sementara untuk nikel, IPCM telah beroperasi di Pelabuhan Weda serta terminal khusus PT Trimegah Bangun Persada di Laiwui.

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menegaskan kesiapan perusahaan untuk menambah kekuatan armada demi menunjang kebutuhan logistik hilirisasi. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menyebutkan, “IPCM siap memperkuat jumlah armada guna mendukung program hilirisasi, sehingga layanan angkutan, tunda-pandu, dan terminal khusus dapat semakin optimal dalam menjawab kebutuhan logistik energi dan mineral nasional.”

Dalam rangka mendukung langkah ekspansi ini, IPCM dan SPJM menyusun dua strategi utama. 

Pertama adalah meningkatkan kapasitas layanan maritim yang meliputi angkutan, tunda-pandu, dan pengelolaan terminal khusus guna mengimbangi kenaikan distribusi komoditas hilirisasi. 

Kedua adalah memperkokoh kerja sama bisnis bersama BUMN pemilik proyek seperti Pertamina dan PT Bukit Asam.

Dari sisi pencapaian kinerja, IPCM berhasil membukukan laba bersih senilai Rp45,57 miliar pada kuartal I/2026, mengalami kenaikan sebesar 3,03% secara tahunan. 

Total aset perusahaan dilaporkan mencapai Rp1,79 triliun, tumbuh 4,39% jika dibandingkan posisi pada akhir 2025. Di samping itu, arus kas operasi IPCM juga naik 36,29% menjadi Rp102,10 miliar. 

Pihak perseroan menganggap pencapaian ini sebagai cerminan efisiensi biaya serta penguatan profitabilitas dalam menopang ekspansi bisnis di bidang logistik maritim hilirisasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua